Dalam Sepekan 5 Bayi PDP Hembuskan Nafas Terakhir dan 1 Positif Covid-19

0 13

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bogor dalam sepekan belakangan terhitung sejak Minggu (24/5/20) terdapat lima bayi pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Sejak Minggu (24/5/20) lalu tercatat bayi laki-laki berusia satu hari asal Cileungsi dinyatakan meninggal dunia. Sehari berselang, bayi PDP perempuan berusia dua hari asal Ciampea juga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (26/5/20).

Menyusul, pasangan ibu dan anak asal Cigudeg berusia 19 tahun dan anak bayinya berusia 1 hari dinyatakan meninggal dunia Rabu (27/5/20).

Kemudian pada Jumat (29/5/20) terdapat penambahan bayi PDP meninggal dunia yakni bayi laki-laki usia berusia satu tahun asal Gunung Putri menghembuskan nafas terakhir.

Bahkan, tren bayi PDP meninggal sempat tercatat hingga Sabtu (30/5). Yakni bayi laki-laki usia 1 bulan asal Megamendung.

Di samping itu, pada Minggu (31/5/20) malam bayi perempuan asal Cileungsi berusia 1,5 tahun dinyatakan positif usai tertular ayahnya yang merupakan pasien positif klaster Pasar Cileungsi yang dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (30/5/20).

“Bayi 1,5 tahun itu merupakan putri dari kasus positif yang meninggal dunia di Cileungsi (klaster Pasar Cileungsi),” kata Juru Bicara GTPP Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, Minggu (31/5/20).

Artinya, tercatat dalam waktu sepekan sejak Minggu (24/5/20) hingga Minggu (31/5/20) terdapat lima kasus bayi berstatus PDP meninggal dunia dan 1 bayi dinyatakan positif.

Sementara bila di jumlah terdapat 203 jumlah kasus pasien positif. 15 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan 49 lainnya dinyatakan sembuh serta 2 orang pindah domisili luar Kabupaten Bogor. Menyisakan 137 pasien positif aktif.

Di samping itu, terdapat 376 pasien dalam pengawasan (PDP) dari total 1.587 kasus dan 98 lainnya telah dinyatakan meninggal dunia dan terdapat 277 orang dalam pantauan (ODP) dari total 1.578 kasus.

Tinggalkan Balasan