KBM Peserta Didik Saat New Normal Dibagi Sesuai Zona Wilayah

Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli 2020

0 26

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengungkapkan dalam fase new normal atau kehidupan normal baru ditengah pandemi Covid-19 nantinya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 akan dibagi menjadi tiga skenario sesuai zona wilayah.

Hal ini diungkapkan Entis usai rapat persiapan new normal di Kantor Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (28/5/20) bersama Bupati Bogor, Ade Yasin. Ia mengatakan sudah mempersiapkan konsep tersebut untuk KBM tahun ajaran baru 13 Juli mendatang.

“Masuk tahun ajaran baru 13 Juli nanti kita persiapkan membuat 3 zona pembelajaran di zona hijau bagaimana pembelajarannya, zona kunung dan merah bagaimana pembelajarannya,” kata Entis.

Lebih rinci ia menjelaskan, pada zona hijau maka proses KBM disekolah akan dilaksanakan seperti biasa tanpa pembatasan. Meski begitu tetap dilaksanakan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer sampai penyemprotan disinfektan secara berkala.

Untuk zona kuning, pelaksanaan KBM dilakukan pembatasan dan melakukan protokol kesehatan sama seperti zona hijau secara ketat dan melakukan shift jadwal masuk siswa sesuai ganjil genap absen.

Di samping itu, zona merah KBM dilakukan pembatasan dan protokol kesehatan lebih ketat dari zona kuning melakukan shift jadwal masuk siswa berdasar absen, maksimal jumlah siswa setengah jumlah bangku dalam kelas.

“Zona merah juga melakukan pengurangan jam belajar dari 45 menit menjadi 30 menit dan guru melakukan penyesuaian cara mengajar,” sambungnya.

Sementara itu, ia menambahkan hingga kini para pelajar sudah masuk dalam penilaian akhir tahun/semester (PAT/PAS) atau ujian kenaikan kelas (UKK) dengan sistem daring yang telah disediakan.

“Anak-anak sekolah sudah melakukan penilaian akhir tahun dengan menggunakan daring (online). Jadi selama Juni nanti tdak ada yang sekolah hanya pengambilan raport dan ijazah saja,” jelas Entis.

Tinggalkan Balasan