Peserta Didik TA 2020/2021 Terapkan 2 Shift Ganjil Genap

0 28

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan peserta didik tahun ajaran 2020/2021 akan disekolahkan dengan sistem masuk belajar 2 shift berdasarkan absen ganjil-genap selama fase new normal.

Entis menjelaskan, sistem shift tersebut dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah zona kuning dan merah yang akan diberlakukan mulai 13 juli saat kegiatan belajar mengajar (KBM) semester ganjil 2020/2021 dilakukan.

“Tanggal 13 Juli nanti dipersiapkan. Akan diberlakukan shift untuk zona merah dan kuning. Sudah ada konsepnya,” kata Entis usai rapat persiapan new normal di Kantor Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (28/5/20) bersama Bupati Bogor, Ade Yasin.

Sementara untuk sekolah yang berada di zona hijau, kata Entis, tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer sampai penyemprotan disinfektan secara berkala.

Entis mengungkapkan sistem shift tersebut akan diberlakukan selama new normal menurut absen ganjil-genap para peserta didik dan akan dibagi menjadi dua waktu shift pagi dan shift siang. “Absen ganjil itu pagi dan absen genap masuk siang, atau sebaliknya,” ungkapnya.

Selain itu, sebelumnya Entis juga mengungkapkan dalam fase new normal nantinya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 akan dibagi menjadi tiga skenario sesuai zona wilayah.

Lebih rinci ia menjelaskan, pada zona hijau maka proses KBM di sekolah akan dilaksanakan seperti biasa tanpa pembatasan. Meski begitu tetap dilaksanakan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer sampai penyemprotan disinfektan secara berkala.

Untuk zona kuning, pelaksanaan KBM dilakukan pembatasan dan melakukan protokol kesehatan sama seperti zona hijau secara ketat dan melakukan shift jadwal masuk siswa sesuai ganjil genap absen.

Di samping itu, Zona merah KBM dilakukan pembatasan dan protokol kesehatan lebih ketat dari zona kuning. Melakukan shift jadwal masuk siswa berdasar absen, maksimal jumlah siswa setengah jumlah bangku dalam kelas.

“Zona merah juga melakukan pengurangan jam belajar dari 45 menit menjadi 30 menit dan guru melakukan penyesuaian cara mengajar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan