Dirut RSUD: 51 Nakes Lakukan Karantina Tapi Belum Tentu Positif Covid-19

0 60

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir menegaskan bahwa dari 800 tenaga kesehatan (Nakes) yang diperiksa rapid test, sebanyak 51 orang nakes hasilnya reaktif. Mereka adalah nakes dan penunjang yang bertugas di luar pelayanan Covid-19.

“Jadi, mereka masih belum bisa dikatakan positif Covid-19. Namun kita tetap lakukan karantina. Besok kita cek PCR swab, insya Allah hari Jumat (24/4/20) nanti sudah ada hasilnya, semoga semua negatif PCR nya,” kata Ilham, Rabu (22/4/20).

Ilham melanjutkan, dari analisa team, kalau hasil swab nantinya positif, analisanya paparan bisa terjadi di saat melayani pasien-pasien yang orang tanpa gejala (OTG) dirawat jalan, kamar operasi, atau dari luar, ketika pulang, karena pasti di Kota Bogor sudah 34 kelurahan masuk kategori red zone. Jadi, banyak ODP dan OTG, makanya kenapa PSBB sangat penting dilakukan. Di sini perlu kedisiplinan masyarakat menjadi pertaruhannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim memastikan karyawan penunjang atau non medis RSUD Kota Bogor tetap bekerja normal tanpa pemberlakuan Work From Home (WFH) dengan adanya kejadian ini.

“Saya mendapat laporan dari Dirut RSUD yang menyatakan 51 nakes reaktif tapi masih belum bisa dikatakan positif Covid-19, namun tetap kami lakukan karantina. Hari ini akan di cek PCR swab dan diupayakan jumat sudah ada hasilnya,” kata Dedie.

Dedie mengatakan, alat pelindung diri (APD) adalah salah satu alat untuk antisipasi. Karena itu, semua tenaga kesehatan dan penunjang harus dilengkapi APD. Namun APD itu barang langka khususnya yang kualitas medis atau medical grade. Untuk petugas medis RSUD dibutuhkan 112 buah APD perhari atau 3.500 APD per hari.

“Dengan kejadian seperti ini kita perlu menambah APD bahkan untuk hampir semua pegawai non medis dan penunjang karena saat ini risiko yang dihadapi sama,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan