Bima Arya Minta Dinkes Siapkan Simulasi Skenario Terburuk Pandemi Covid-19 di Bulan Mei-Juni

0 52

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk menyusun model simulasi mengantisipasi kondisi terburuk 2-3 bulan ke depan atau bahkan 6 bulan ke depan. Hal tersebut disampaikan Bima saat memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Bogor tahun 2021 melalui saluran video conference dari kediaman pribadinya.

“Dinkes agar membuat simulasi ini sehingga kita bisa memprediksi ketika peak terjadi di bulan Mei ataupun bulan Juni, apa yang kita butuhkan, tenaga medis kita seperti apa, alat kesehatan kita seperti apa, dan infrastruktur rumah sakit kita seperti apa. Ini saya kira sangat-sangat penting,” kata Bima.

Ia menegaskan, keputusan yang tepat selalu lahir dari data yang akurat. Sebaliknya, kebijakan yang tidak tepat itu biasanya lahir dari data yang tidak akurat. “Oleh karena itu, saya ingin mengajak kepada semua agar kita menyiapkan kondisi kita untuk menghadapi hal terburuk. Semua harus berbasiskan data, semua harus berdasarkan fakta,” katanya.

“Bisa dilihat DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah melakukan ini dengan sangat bagus sehingga bisa mengantisipasi peak-nya kapan. Jadi kalau peak-nya Mei atau Juni, kita sudah siap dengan skenario terburuk,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, tampak mengikuti jalannya kegiatan secara online Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMD hingga Camat dan Lurah se-Kota Bogor dari lokasi yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan