Hotel GranDhika Indonesia Tak Potong Gaji Karyawan Meski Pandemi Covid-19

0 120

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pandemi global Covid-19 yang melanda di dunia secara tidak langsung telah berdampak besar bagi sejumlah aspek. Mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial hingga mempengaruhi kondisi alam. Penyebaran virus Corona atau Covid-19 di tengah masyarakat turut memukul perekonomian negara Indonesia.

Dalam hitungan bulan, Covid-19 telah mengubah cara hidup dan kondisi masyarakat khususnya Indonesia. Adanya wabah ini membuat semua elemen bekerja sama mengatasi virus corona. Mulai dari physical distancing, work from home hingga penggalangan dana yang digalakkan mulai dari kalangan selebriti, lembaga /perusahaan, hingga masyarakat umum.

Adapun biaya operasional paling besar dalam industry hotel adalah tenaga kerja serta biaya listrik dan sebagainya. Hotel dengan kondisi yang mulai merasakan penurunan, untuk keberlangsungan beberapa hotel sudah melakukan beberapa langkah dengan mulai menghabiskan cuti, bekerja secara giliran atau dirumahkan, unpaid leave (cuti yang tidak dibayarkan) hingga mengambil langkah PHK karyawan.

Namun tidak semua hotel di Indonesia merumahkan karyawannya, Corporate Hotel GranDhika Indonesia yang di bawah naungan PT. Adhi Commuter Properti serta merupakan anak perusahaan dari PT. Adhi Karya Tbk. tetap mempekerjakan seluruh karyawan hingga Daily Worker (Pekerja harian lepas) bekerja seperti biasa di unit hotel.

“Sebagaimana telah diputuskan pada Rapat Direksi PT. Adhi Karya dan PT. Adhi Commuter, atas dasar kemanusiaan untuk meringankan kondisi ekonomi masyarakat saat pandemic Corona (Covid-19) memberikan kebijakan perihal Daily Worker tetap memperoleh upah yang sama seperti biasanya dengan pendapatan minimal UMK daerah masing-masing, begitupun seluruh karyawan hotel,” ujar Manager Divisi Hotel GranDhika Indonesia, Teny Sundari.

Salah seorang pegawai housekeeping Hotel GranDhika saat menata ruangan kamar tamu.

Tenny menjelaskan, pihaknya bukan berarti tidak mengikuti arahan pemerintah Indonesia untuk physical distancing dan Stay at Home (berdiam di rumah) untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini.

“Kami mengatur jadwal seluruh karyawan termasuk Daily Worker untuk Work from Home dan Work from Office secara bergantian. Jika karyawan mendapatkan jadwal untuk work from home, kami tidak melakukan pemotongan gaji terhadap karyawan tersebut,” imbuh Corp. Human Resources Hotel GranDhika Indoneisa, Herwinda Ruthy.

Herwinda juga menegaskan untuk menjalankan arahan dari pemerintah untuk physical distancing bagi karyawan yang work from office. “Karyawan yang menjapatkan jadwal Work from Home akan mendapatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan termasuk di dalamnya online training yang sudah ditargetkan untuk diselesaikan dan tidak hanya itu, karyawan pun wajib untuk melakukan absen secara online” tandasnya.

Virus Corona berdampak juga pada sektor pariwisata di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menurun. Selain itu, menghantam bisnis hotel di Indonesia di antaranya 3 unit Hotel GranDhika Indonesia yang ada di Jakarta, Medan dan Semarang. Tingkat hunian hotel turun drastic kisaran 50 – 80 persen. (**)

 

Tinggalkan Balasan