Ade Yasin Serukan RW Siaga Corona Terhadap Pengendara di Wilayah Perbatasan

0 75

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Bupati Bogor, Ade Yasin beserta seluruh satuan gugus Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan pencegahan eksodus warga yang berasal dari luar Kabupaten Bogor dengan melakukan aksi simpatik serentak dan sosialisasikan RW siaga Corona ke pengendara yang melintas wilayah perbatasan.

Aksi ini digelar di empat lokasi yang tepat menjadi titik perbatasan masuknya warga lain ke Kabupaten Bogor, yakni Pos Gadog, Puncak pas, Cigombong dan Fly Over Cibinong.

“Sosialisasi kepada para pengguna jalan ini bertujuan agar mereka mempertimbangkan kembali perjalanannya menuju Bogor” kata Ade Yasin di Pos Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/4/20).

Menindaklanjuti instruksi Presiden yang disampaikan melalui Gubernur Jawa Barat, bahwa dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona, seluruh Kabupaten/Kota khususnya di Jawa Barat agar memberdayakan potensi masyarakat dalam bentuk RW Siaga. Ade Yasin memerintahkan melalui 40 camat, dan ditargetkan terbentuk 3759 RW siaga corona di Kabupaten Bogor.

“Tugas RW siaga ini di antaranya melakukan sosialisasi, edukasi dan pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu ia menginstruksikan untuk menggiatkan kembali siskamling, tamu wajib lapor 1x24jam dengan tetap memberlakukan pshycal distancing atau jarak minimal 1 meter. Selain itu, Ade juga meminta untuk memasang spanduk RW Siaga di setiap gerbang kampung.

“Dengan terbentuknya gugus tugas Covid-19 di tingkat RW maka Kabupaten Bogor bisa dikatakan siaga penuh menghadapi Corona, karena RW siaga ini berfungsi sebagai alat deteksi dini penularan wabah,” bebernya.

Ade juga mengimbau kepada warga dari luar Bogor yang ingin masuk ke Kabupaten Bogor untuk berpikir dua kali. Lantaran mengingat kondisi di tengah pandemi Covid-19 ini jangan sampai kedatangan warga luar daerah justru tanpa disadari membawa virus.

“Jadi tidak sembarangan orang masuk karena ini daerah yang dibawah pengawasan kami supaya masyarakat bisa menjaga dirinya dan antisipasi. Karena kita tidak tahu orang bawa virus atau tidak tapi penjagaan dan kewaspadaan itu penting. Minimal mengurangi orang yang datang ke Puncak,” ungkap Ade.

Tinggalkan Balasan