Tes Cepat Deteksi Covid-19 Diutamakan ODP, PDP dan ODR serta Tenaga Medis

0 24

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan rapid test (tes cepat) massal Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di GOR Pajajaran. Tes dengan metode mengambil sampel darah tersebut diawali kategori Orang Dengan Risiko (ODR) atau untuk petugas medis/non medis (gugus tugas) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Irwan Riyanto mengemukakan, yang menjadi prioritas rapid test adalah kriteria Pasien dalam Pengawasan (PDP), Orang dalam Pantauan  (ODP) dan Orang dalam risiko (ODR), termasuk tenaga medis.

“Kami masih menunggu dari provinsi apakah rapid test kit akan ditambah, karena kami menginginkan ditambah karena selanjutkan dilakukan rapid test di RSUD Kota Bogor,” katanya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, metodenya bukan seperti yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat secara drive thru, tetapi dilaksanakan secara konvensional dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Siang sampai sore di alokasikan 50 orang di GOR Pajajaran dan 100 orang di RSUD Kota Bogor. 100 orang ini, ditujukan untuk kriteria ODR dan sebagian besar petugas medis dan beberapa petugas non medis. Sedangkan 50 orang di GOR Pajajaran, termasuk 16 orang anggota HIPMI yang ODP setelah mengikuti acara di Karawang,” katanya saat video conference di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Kamis (26/03/20) sore.

Tercatat, data ODP, PDP dan Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor, Kamis (26/03/20) hingga pukul 14.00 WIB, ODP berjumlah 567 orang (selesai 31 orang dan Dalam Pemantauan 536 orang). Sementara, PDP berjumlah 33 orang (selesai 6 orang, Dalam Pengawasan Rumah Sakit 22 orang dan Meninggal 5 orang).

“Saat ini ada 5 orang yang meninggal dunia, tapi 5 orang tersebut merupakan PDP dan saat ini masih menunggu hasil Lab Swab dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI,” terangnya. Kemudian terkonfirmasi Positif Covid-19 berjumlah 7 orang (selesai 0 orang, Dalam Pengawasan Rumah Sakit 6 orang dan Meninggal 1 orang).

Dia menegaskan, tidak menginginkan ada data yang ditutup-tutupi dan menginginkan semuanya terbuka, namun saat ini diperlukan kecepatan penanganan, apalagi ODP datanya terus bertambah secara drastis. Dari itu, pihaknya telah membagi beberapa klaster, seperti klaster Sempur, Babakan Madang, BNR. Kalau yang positif Covid-19 di Kota Bogor ada di klaster BNR dan Turki.

“Ada kabar baru klaster Sempur ada 6 orang dan semuanya dinyatakan negatif. Klaster Sentul 2 orang dinyatakan negatif, klaster Katulampa 12 orang dinyatakan negatif. Ini data sementara dan masih menunggu hasil ODP yang lain dan terakhir hari ini ada 16 orang dari HIPMI yang di rapid test semuanya negatif. Jadi, ada beberapa yang belum keluar hasil tesnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie menginformasikan sudah mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 1.560 pcs ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinkes diminta untuk segera mendistribusikan kepada rumah sakit dan pihak-pihaknya yang langsung menangani medis. “1.500 APD berasal dari Pangdam III Siliwangi. Selain itu ada 90 liter dan 100 botol hand sanitizer, masker N95, sarung tangan dan APD lainnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan