Pakar Ubi Kayu IPB University Meninggal Dunia, Selamat Jalan Dr. Nurul Khumaida

0 235

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Warga IPB University merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya Dr Ir Nurul Khumaida, MSi, dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian.  Dr Nurul meninggal pada Kamis (26/03/20) pukul 06.40 WIB.  Almarhumah menderita kanker sejak tahun lalu.

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyatakan rasa duka yang mendalam. “IPB University sangat kehilangan salah satu putri terbaiknya. Almarhumah telah melahirkan karya-karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ini menjadi amal soleh. Semoga beliau husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah, ” ungkap Rektor.

Dr Ir Nurul Khumaida dilahirkan di Malang, Jawa Timur, 19 Juli 1965. Ia lulus sebagai  Sarjana dari Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian IPB University tahun 1989, lulus Magister Agronomi IPB University pada tahun 1994.  Tahun 2002 lulus dengan menyandang gelar Ph.D. (Doktor) di bidang Pertanian dan Biologi Lingkungan, Tokyo University, Jepang.

Selama perjalanan karirnya, ia banyak berkiprah menjadi seorang pendidik/dosen dan peneliti di Departemen Agronomi dan Hortikultura. Dr Nurul adalah sosok yang dinamis dan sangat aktif dalam berbagai penelitian yang terkait tanaman pangan diantaranya singkong, jawawut dan tanaman obat.  Bidang minat penelitian mencakup semua aspek perbanyakan massa menggunakan teknik kultur jaringan, peningkatan tanaman, fisiologi, pengembangan kultivar, karakterisasi molekuler seperti  kloning gen dan pengembangan penanda molekuler.

Ragam prestasi di bidang riset berhasil diraih Dr Nurul diantaranya: Inovasi Indonesia Paling Prospektif Tahun 2014 dan 2017 oleh Business Innovation Center (BIC)-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dengan inovasi masing-masing berjudul  “Varian Ubikayu Produksi Tinggi” dan “Varian Ubi Kayu Penunjang Industri Pangan”.

Tak hanya itu, melalui rancangan berjudul “Produk Berbasis Ubi Kayu melalui One Stop Shopping Concept”, Dr Nurul berhasil lolos Progran Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kemristekdikti di tahun 2017.  Ini merupakan langkah Dr Nurul mengangkat ubi kayu menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat. Dr Nurul selanjutnya bekerjasama dengan alumni dan mahasiswa  mengajukan proposal skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan lolos didanai Kemristekdikti tahun 2018.

Pada program ini, kolaborasi alumni dan mahasiswa dibina dan didampingi oleh Inkubator yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti agar menjadi wirausahawan. Mereka mulai memutar roda bisnis di bidang ubi kayu. Dr Nurul tergabung dalam Catalyst (Cassava for life style) Agro Inovasi, yaitu tim yang fokus menekuni tentang ubi kayu, memulai riset menyeluruh tentang ubi kayu.

Peneliti yang aktif di Asian Cassava Breeders Network (ACBnet) dan sebagai perwakilan Indonesia sebagai steering comitee untuk ACBnet ini, mendapat tantangan bersama tim  untuk menghasilkan varietas baru ubi kayu. Dr Nurul diberi tantangan oleh reviewer Dikti saat monev hibah penelitian untuk mengupayakan varietas baru ubi kayu IPB.

Maka pada tahun 2014 dan melibatkan mahasiswa pascasarjana, ia mulai bergerak untuk berupaya menghasilkan varietas baru. Pendekatan yang digunakan adalah dengan memanfaatkan mutagen fisik yaitu iradiasi sinar gamma untuk meningkatkan keragaman.  Pada tahun 2014 ia dan tim mendapat mutan potensial. Lebih dari 100 varian hasil iradiasi kita seleksi dan evaluasi. Ada sekitar 48 mutan potensial yang berhasil diperoleh saat itu dan selanjutnya dilakukan uji daya hasil lalu dilanjutkan dengan uji multilokasi.

Dalam memperoleh varietas baru, tim ini mempertimbangan karakter-karakter penting terkait dengan produktivitas  dan kandungan pati yang tinggi. Kalau produktivitas per hektar dan kandungan patinya tinggi, maka rendemen pati yang dihasilkan dari satu areal itu akan tinggi.  Kemudian dipilih ubi kayu yang memiliki kandungan HCN (asam sianida) yang rendah untuk tujuan pangan dan HCN sedang-tinggi untuk tujuan industri.

Proses pengembangan terus berlanjut, tim Catalyst ini juga menyediakan berbagai program pelatihan terkait budidaya ubi kayu berkelanjutan, pascapanen dan pengolahan produk antara pengolahan menjadi produk pangan serta teknik perbanyakan bibit tanaman  secara in-vitro.  Ini salah satu produk yang ditawarkan Catalyst, jadi tidak hanya menjual produk tetapi juga sharing teknologi melalui pelatihan. Publikasi yang dihasilkan selama riset mulai dari tahun 2009 sampai saat ini dapat dilihat di google scholar. Ini menunjukkan riset ubi kayu di IPB sudah relatif kuat.

Dr Nurul pernah menjabat sebagai Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB University Tahun 2003-2005 dan Kepala Sub Direktorat Agenda Riset dan Kajian Strategis, IPB University Tahun 2013-2018.  Dr Nurul juga aktif berkiprah di berbagai organisasi profesi diantaranya Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti), Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia (IAIFI), The Soc. for the Advancement of Breeding Research in Asia and Oceania (SABRAO)  dan Perhimpunan Pemuliaan Indonesia (PERIPI).

Selamat jalan Dr Nurul Khumaida, jasamu dalam mencerdaskan anak bangsa akan tetap dikenang baik oleh peserta didikmu maupun kolega-kolegamu dan akan menjadi amal soleh yang akan menghantarkanmu ke Surga. (**/rhm)

Tinggalkan Balasan