Tes Cepat Deteksi Covid-19 Dilakukan Serentak di Enam Puskesmas, RSUD dan Dinkes

0 61

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kota Bogor memutuskan tidak akan melakukan rapid test (tes cepat) mendeteksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di luar tapi dilakukan di 8 tempat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai melakukan rapat koordinasi dengan jajaran terkait, Rabu (25/3/20) kemarin.

“Jadi, hasil koordinasi kita yang dihadiri oleh ketua gugus tugas, sekda, asisten dua kemudian teman-teman dari dinas kesehatan dan juga RSUD, kita sudah mengambil langkah bahwa pelaksanaan rapid test ini akan kita sebar saja di 6 puskesmas induk kemudian di RSUD dan satu lagi di Dinkes. Tinggal dibagi nanti mana yang Orang Dengan Resiko (ODR) seperti tenaga medis, ODP, PDP dan lingkar dalam mereka yang positif Covid-19 atau virus Corona,” kata Dedie.

Dedie mengemukakan, metode awal yang tadinya akan dilakukan di GOR Pajajaran, kelihatannya tidak memungkinkan. Kenapa? Dari laporan yang diterima kemarin, jumlah alat rapid tes yang diterima Pemkot Bogor sejumlah 800 unit. Kalau dihitung secara matematis, jika 800, maka setiap orang yang mengikuti proses rapid tes membutuhkan waktu paling tidak 5 menit.

“Setelah kita hitung secara keseluruhan kita membutuhkan sekitar 4000 menit total pelaksanaannya. Kalau sehari itu 24 jam berarti selama 2 hari an lah. Kalau satu hari itukan tidak mungkin. Masa tidak ada istirahatnya. Kan kerja paling 6-8 jam. Jadi, sebetulnya secara total kita membutuhkan waktu sampai 6 hari atau seminggu,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, menuju kesana sedang disiapkan juga petugasnya. “Nah kita sedang mencoba untuk melatih paling tidak 30 orang yang akan menjadi pelaksana rapid tes,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan