Butuh Ruang Isolasi Tambahan Jelang Tes Cepat Covid-19

0 77

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyebutkan bahwa rumah sakit di Kabupaten Bogor membutuhkan ruang isolasi tambahan, karena ia menilai jumlahnya saat ini masih minim mengingat adanya tes cepat (rapid test) virus corona (COVID-19) secara masif di rumah sakit.

“Masih sangat minim, mereka semua (pihak rumah sakit) sudah berjalan lagi mempersiapkan ruang isolasi tambahan,” ujar Rudy, Selasa (24/3/20) malam.

Dari empat rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Kabupaten Bogor, menurutnya belum ada satupun yang memiliki ruang isolasi dengan jumlah yang meyakinkan untuk menampung pasien Covid-19. Padahal, jelang pelaksanaan rapid test masif terhadap 1.000 orang, Kabupaten Bogor minimal harus memiliki 500 ruang isolasi.

Rudy mencatat, RSUD dengan ruang isolasi paling banyak ada di RSUD Ciawi, dengan 22 ruangan. Artinya, jika dijumlahkan ruang isolasi yang ada di RSUD Kabupaten Bogor totalnya kurang dari 100 ruangan.

“RSUD Ciawi sampai menutup sementara Poli Kecantikan untuk menambah ruang baru dan memaksimalkan SDM perawat yang ada di rumah sakit,” sambungnya.

Politisi Gerindra ini mengatakan, Pemkab Bogor perlu menyiapkan lokasi alternatif untuk menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas lebih banyak. Salah satu yang tengah diupayakan, berkoordinasi dengan Kemenpora terkait penggunaan Wisma Atlet di Hambalang, Kabupaten Bogor. “Bahkan RSUD Cileungsi tadi infonya pasang tenda tambahan bantuan dari Kodim Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Bogor, Kusnadi yang ditunjuk sebagai juru bicara (jubir) Covid-19 tak menampik mengenai kekurangan ruangan isolasi di rumah sakit Kabupaten Bogor. “Kebutuhan ruang isolasi kalau kita minimal 500 ruangan dan dilaksanakan di RSUD Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan