Ade Yasin Anggarkan Rp80 Miliar Tangani Covid-19.

0 36

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bogor tengah mempersiapkan berbagai hal guna meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Termasuk menyiapkan anggaran untuk mendukung kebijakan. Bahkan, sejumlah belanja dinas di lingkup Kabupaten Bogor direalokasikan untuk percepatan penanganan Covid-19. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut anggaran Rp80 miliar untuk penanganan Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.

“Kami juga menganggarkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran itu dibagi menjadi dua tahap, pertama sebesar 20 miliar, sisanya minggu ini juga sudah bisa dicairkan,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Senin (23/3/20).

Nantinya, kata Ade, dana itu akan digunakan untuk membiayai kegiatan prioritas penanganan Covid-19 termasuk pengadaan alat kesehatan atau Alat pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Selain itu, dengan bertambahnya Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP). Pihaknya menyebut dalam waktu dekat akan melaksanakan cek cepat (rapid test) dengan alat khusus untuk mendeteksi.

“Rapid test ini akan dilaksanakan mudah-mudahaan besok, Selasa (24/3/20) paling lambat Rabu tergantung kesiapan dinas. Rencananya Kabupaten Bogor mendapat 1000 unit alat. Mudah-mudahan alatnya hari ini dikirim dan untuk SDM nya dari dinas kesehatan. Karena ada survelians yang sudah di siapkan,” jelasnya.

Pihaknya akan memprioritaskan Orang Dengan Risiko (ODR) seperti dokter dan perawat yang merawat pasien, lalu ODP, PDP dan lingkar dari positif atau keluarga terdekat yang terjangkit Covid-19. Untuk Orang Dalam Pantauan (ODP), sambung Ade, akan dilaksanakan dengan sistem door to door. Sedangkan PDP dilakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Menurut Ade, dari beberapa kasus yang terjadi rata-rata seseorang terjangkit bukan di wilayah Kabupaten Bogor melainkan di Jakarta. Ia menegaskan, pihaknya guna memiliki langkah-langkah ekstra ketat yang dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Harus saya diperketat juga bagaimana kita memberlakukan pengawasan di desa-desa, kalau dulu kan ada tamu 1×24 jam harus melapor. Nah sekarang kita berlakukan lagi ini harus diawasi oleh ketua RW atau RT karena khawatir juga gelombang kepulangan atau pulang kampung dari Jakarta ke Bogor,” bebernya.

Tinggalkan Balasan