Peserta Seminar Bogor Dipastikan Negatif Covid-19

0 110

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Sebanyak tujuh warga Kabupaten Bogor yang menjadi peserta Seminar Bogor di Babakan Madang, Kabupaten Bogor dipastikan negatif terjangkit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini diungkap Bupati Bogor Ade Yasin usai rapat koordinasi Pimpinan Daerah terkait Penanganan Covid-19 di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Senin (22/3/20).

Ade mengatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terdapat 9 orang peserta dari Bogor.  Dua di antaranya warga Kota Bogor dan 7 merupakan warga Kabupaten Bogor. Setelah sebelumnya Dinkes bersama Polres Bogor bekerjasama dalam memeriksa 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut.

“Semuanya dari Bogor ada 9, dari Kota Bogor ada 2 dan dari kabupaten ada 7 orang. Semuanya sudah diperiksa, diuji dan ternyata negatif,” jelasnya.

Selain itu, ia mengakui bila pihaknya telah melakukan penyemprotan dan sterilisasi di sekitar lokasi seminar di Sentul tersebut. “Sudah dilakukan dan juga pengecekan (sterilisasi),” ungkapnya.

Terpisah, Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengatakan, penularan Covid-19 yang menyebabkan satu pasien positif asal Solo, Jawa Tengah meninggal dunia dipastikan bukan berasal dari lokasi seminar berlangsung. Lantaran pihaknya telah memeriksa 9 orang peserta dari Bogor dan 15  karyawan hotel yang terlibat langsung di acara seminar. Dengan kata lain, 24 orang tersebut telah dinyatakan negatif virus corona.

Kemudian, lanjut Adang, panitia pelaksana seminar yang bertemakan Masyarakat Tanpa Riba (MTA) itu telah diperiksa oleh Polres Bogor dan Dinkes Kabupaten Bogor. Ia mengatakan pihak panitia juga telah dinyatakan negatif Covid-19.

“Sudah ketemu kita kontak dan untuk orang Bogor enggak ada yang kena dan di kota juga. Hotel mah standarnya sudah bagus, ada hand sanitizer, disinfektan artinya secara SOP hotelnya juga sudah bagus. Pihak panitia pelaksana juga aman dan polisi, Dinkes juga sudah turun ke lokasi memeriksa mereka pun aman,” bebernya.

Ia juga mengakui, hasil tracing tim dari Dinkes dan kepolisian bahwa acara seminar tersebut di hotel Rukun Senior Living, Darmawan Park, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, pasien yang positif corona yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu diduga terpapar Covid-19 saat berpindah tempat tidur di lokasi hotel. Karena berdasar pengakuan pihak hotel dan hasil pemeriksaan Polres Bogor serta Dinkes, hotel yang ditempati selama tiga hari itu memiliki 112 kamar dan para peserta kebanyakan memilih menginap di luar hotel sembari liburan.

“Jadi kita bisa menduga itu penularannya di perjalanan tempatnya main (singgah) atau punya acara sendiri di luar acara itu (seminar). Mereka punya riwayat jalan kemana kita kan enggak tau karena kalau itu kan sudah di luar daerah,” terangnya.

Meski begitu, Adang enggan menyebut secara detail berapa lokasi hotel yang dijadikan tempat istirahat peserta seminar dari luar daerah. Tim Dinkes, kata Adang, tidak bisa melakukan tracing satu persatu ke daerah lain. Ia hanya menyebut hotel yang ditempati untuk seminar ekonomi syariah itu pesertanya berjumlah sekitar 200 orang.

“Karena laporan yang di hotel lainnya saya enggak tahu, entah di hotel atau di tempat lain karenakan ada peserta yang bolak-balik soalnya. Enggak bisa juga tracing kasus per kasus karena banyak yang di luar kota jadi enggak bisalah ke sana,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan