Data Sementara BPBD Ada 13 Kejadian Timpa Wilayah Kota Bogor

0 85

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Berdasarkan data laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, kejadian bencana alam dan musibah di wilayah Kota Bogor, yang terjadi pada Selasa (17/3) kemarin tercatat ada 13 kejadian.

Kejadian tersebut yakni tanah longsor (5 kejadian) yang terjadi di wilayah RT 01/RW 06, Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, lalu di wilayah Kampung Kukupu RT 03/RW 07, Cibadak, Tanah Sareal, lalu di wilayah Kampung Rambai, RT 03/RW 06, Ciluar, Bogor Utara, kemudian di wilayah Kampung Setu Asem RT 02/RW 14, Mekarwangi, Tanah Sareal, dan di wilayah Kampung Situ Pete RT 02/RW 01 Sukadamai, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Lalu kejadian pohon tumbang (5 kejadian) yang terjadi di wilayah RT 02/RW 08, Cilendek Barat, Bogor Barat. Ada juga di wilayah Kampung Pahlawan RT 03/RW 18, Cilendek Barat, Bogor Barat, lalu di wilayah Ciparigi Indah RT 03/RW 07, Ciparigi, Bogor Utara, kemudian di wilayah Jalan Sela Kopi, No.3c, RT 01/RW 04, Loji, Bogor Barat, dan di wilayah Gg. Kelor RT 01/RW 09, Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor.

Lalu kejadian bangunan ambruk (2 kejadian) yang terjadi di wilayah Kampung Jayasari RT 03/RW 05 Ranggamekar, Bogor Selatan. Kemudian di wilayah Kampung Kukupu RT 02/RW 09, Cibadak,  Tanah Sareal, Kota Bogor.

Lalu kejadian banjir lintasan (1 kejadian) yang terjadi di wilayah RT 01/RW 01, Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Kejadian bencana alam yang terjadi tadi malam tidak ada warga Kota bogor yang dievakuasi,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, Priyatnasyamsah saat dikonfirmasi via grup WAG, Rabu (18/3/20).

Ditanya soal sudahkah dilakukan uji coba kolam retensi dan evaluasinya seperti apa? Mengingat masih terjadinya banjir saat hujan deras di sejumlah wilayah terutama di kawasan langganan banjir, Priyatnasyamsah menjelaskan, khusus untuk kolam retensi di Kota Bogor pembangunannya belum selesai. Dampak dari intensitas hujan yang tinggi dan belum selesainya pekerjaan fisik serta belum berfungsinya berdampak pada wilayah di sekitarnya yang mengakibatkan adanya banjir lintasan berkisar antara 10 – 20 cm.

Priyatnasyamsah mengimbau untuk warga Kota Bogor dalam menghadapi cuaca ekstrem, bagi pengendara motor jangan berteduh di bawah pohon tapi berteduh pada badan jalan dan persimpangan jalan.

“Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran kali, lebih siap siaga dengan rutin mengecek keadaan lingkungan sekitarnya serta mengaktifkan kembali pembuatan biopori,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan