Wakil Rakyat Sebut Dinkes Lambat Antisipasi Cegah Virus Corona, Tak Sediakan Pembersih Tangan hingga Semprot Fasilitas Publik

0 91

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Komisi 4 DPRD Kota Bogor mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) di Jalan Kesehatan, Kota Bogor, pada Senin (16/3/20) untuk mengetahui persoalan apa saja yang menjadi kendala terkait pencegahan dan penanganan virus corona disease (Covid-19) di Kota Bogor. Dalam kunjungan tersebut, anggota komisi 4 yang terlihat hadir Ence Setiawan, Saeful Bahri, Eny Indari, Said Mohan, Gugum Gilang, Mahpudi Ismail, Devi Prihatini, dan Endah Purwanti.

Ketua Komisi 4 Ence Setiawan menuturkan, ada beberapa temuan di lapangan terkait kesiapsiagaan antisipasi pengamanan virus corona. Pihak Dinkes ternyata belum siap menjalankan penanganan sesuai dengan surat edaran dari Walikota Bogor nomor 443.1/1075-umum tentang pencegahan virus corona di Kota Bogor.

“Kami meilhat belum ada kesiapan dari pihak Dinkes untuk melakukan penyemprotan desinfektan di Kota Bogor. Bahkan, ketika kami minta ditunjukan alat alat desinfektan, pihak Dinkes yang diwakili Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit dr. Djohan Musali menjawab ada di bidang lain dan tidak bisa menunjukan keberadaan tempat alat-alat ataupun cairan sanitizer,” kata Ence.

Ence melanjutkan, dalam surat edaran Wali Kota sudah jelas bahwa seluruh sekolah diliburkan selama 14 hari, tentunya ketika sekolah diliburkan itu, maka harus dilakukan penyemprotan di ruang publik ataupun fasilitas pelayanan masyarakat. Tetapi pihak Dinkes belum siap melakukan penyemprotan ataupun melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap virus Corona.

“Kami meminta agar Dinkes segera melakukan penyemprotan desinfektan serta menyiapkan cairan antiseptik di tempat-tempat publik layanan umum,” ucapnya.

Senada, Mahpudi Ismail mengatakan, Dinkes belum siap melaksanakan kesiapsiagaan antisipasi penanganan Corona, termasuk kesiapan di Puskesmas di seluruh Kota Bogor. Nyatanya sampai saat ini, belum ada alat ataupun cairan antiseptic yang disediakan di Puskesmas. Persoalan ini, yang harus disikapi segera yaitu kurangnya sinergitas antar bidang di Dinkes, sehingga ketika ada permasalahan pihak Dinas melempar lempar dan tidak memberikan jawaban pasti.

“Dinkes seharusnya sudah action di lapangan. Apalagi ketika surat edaran Wali Kota Bogor berjalan, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan. Jadi, bukan sekedar menyiapkan pengumuman ataupun melakukan imbauan, tapi terjun langsung ke lapangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga Saeful Bahri mempertanyakan anggaran untuk pencegahan penyakit menular sebesar Rp1,2 Miliar baik untuk peruntukan dan penggunaannya. Ketika ada emergency seperti ini, tentunya dana itu bisa dipergunakan. “Dinkes mengiyakan ada anggaran itu tetapi belum digunakan, seharusnya dana itu dipergunakan sekarang untuk membeli alat-alat ataupun desinfektan,” ucapnya.

Sementara, Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit dr. Djohan Musali menuturkan, kesiapan Dinkes sudah siap dengan infrastruktur yang ada. Bahkan, koordinasi sudah dilakukan dengan seluruh RS di Kota Bogor. Alat Perlengkapan Dinas (APD) masih banyak dibutuhkan. Pihaknya pun sudah menghubungi supplyernya supaya cepat dikirim kes ini. “Anggaran itu sebesar Rp2 Miliar untuk scaner, masker, APD, dan Desinfektan,” jelasnya.

Untuk pembersihan ruang publik, lanjutnya, Dinkes hanya memberi obatnya, nanti mereka sendiri yang membersihkan. Terkait diliburkannya sekolah, memang sekolah belum menerima obat desisfektan. Rencananya dalam minggu ini akan dikirim. “Kita juga imbau untuk melakukan pembersihan sendiri dulu sambil menunggu kiriman dari kami,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan