Ade Yasin: Pasien Corona Meninggal di Solo Tidak Terpapar di Bogor

0 191

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Bupati Bogor Ade Yasin membenarkan salah satu pasien positif corona yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (11/320) lalu pernah mengunjungi Kabupaten Bogor, hal itu dikatakan Ade, berdasarkan hasil tracking Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.

Hasil tracking mengungkap, pasien yang kini menjadi korban pernah menghadiri seminar di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada 25 Februari hingga 28 Februari lalu. “Yang seminar (pasien di Solo) sudah ditracking oleh Dinkes, lokasinya di Babakan Madang tak jauh dari kantor Kecamatan,” ujar Ade usai rapat membahas penanganan virus Corona bersama dinas terkait di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (15/03/20) kemarin.

Meski begitu, Ade menepis dan memastikan bahwa korban terpapar virus corona bukan pada saat seminar berlangsung. Lantaran berdasarkan hasil tracking dan pemeriksaan oleh Dinkes kepada 15 karyawan yang hadir dalam seminar dan orang-orang yang sempat berinteraksi langsung kepada korban telah dinyatakan sehat sekaligus sudah melewati masa inkubasi selama 14 hari.

Besar kemungkinan, kata Ade, pasien positif corona asal Solo yang meninggal karena terpapar saat berada di bandara dan tempat lain sebelum korban menuju bandara. “Sebanyak 15 karyawan lain masa inkubasinya sudah lewat, sudah di cek dan sehat tidak terpapar corona. Kemungkinan korban terpapar saat pulang dari sini (Kabupaten Bogor). Bisa kemungkinan tertular di bandara,” bebernya.

Ade mengklaim hingga kini belum adanya pasirn yang tersuspect positif virus corona di Kabupaten Bogor. “Di Kabupaten Bogor sampai saat ini belum ada kasus meninggal, bahkan suspect aja belum,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kartalina menyatakan penyelenggaran seminar yang berlangsung bukan berasal dari pihak Pemkab Bogor. Ia menegaskan pasien yang meninggal di Solo bukan warga asal Kabupaten Bogor. “Kasus yang seminar di Babakan Madang bukan warga kita. Untuk pesertanya siapa saja kami juga tidak paham. Pelaksananya mandiri, pihak swasta dan tidak ada konfirmasi ke kita,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengaku hingga kini Dinkes masih melakukan penelusuran guna memastikan adanya orang lain warga Kabupaten Bogor yang ikut menghadiri seminar tersebut. Selain itu, lanjutnya, Dinkes juga sudah melakukan sterilisasi di sekitar tempat seminar. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bogor, hingga kini tercatat ada 7 orang dalam pemantauan (ODP) dan 1 pasien dalam pengawasan (PDP). Semuanya, kata Mike, dalam kondisi sehat.

“Tujuh orang ODP dan satu orang PDP dari Parung, sudah dibawa ke RS Saroso Jakarta dan sudah tiga hari belum ada hasilnya,” kata Mike.

Sebelumnya, dua orang warga Solo menghadiri seminar di Bogor pada 25 Februari 2020 hingga 28 Februari 2020. Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Moewardi Surakarta, Harsini dalam jumpa pers di Kantor Dinkes Jateng, pada Kamis (12/3/20) lalu menjelaskan, sehari berselang sepulang dari Bogor, dua warga itu mengeluhkan batuk, pilek hingga demam. “Dua pasien itu sama-sama datang ke acara seminar di Bogor,” jelas Harsini.

Tinggalkan Balasan