Pemkab Minta  Stasiun dan Terminal Dicek Antisipasi Virus Corona

0 102

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor kedepannya akan berkoodinasi dengan Pemkot Bogor dan Pemprov DKI Jakarta guna antisipasi virus corona (Covid-19) masuk ke wilayah Bogor Raya.

Hal ini dilakukan mengingat penyebaran virus corona yang naik drastis di wilayah Jabodetabek setelah sebelumnya 34 orang terinfeksi virus corona. “Karena jangan sampai kita mengantisipasi di hilir, hulunya tidak ada deteksi. Ini juga harus ada komunikasi yang intens dengan Kota Bogor. Karena migrasi perbedaan penduduk atau pergerakan masyarakat dari Kota Bogor ke Jakarta sangat banyak,” kata Iwan.

Nantinya, akan dilakukan pencegahan dan deteksi yang serupa dengan Jakarta di terminal-terminal hingga stasiun yang menghubungkan transportasi antar kota untuk mencegah penyebaran virus ini.

“Saya sudah telepon (Dinkes), pencegahan antisipasi yang seperti apa di Jakarta itu, ya kita ikutin. Kalau alat dan lainnya kita harus meminta bantuan kepada DKI Jakarta,” jelas Iwan di Kantor Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/3/20).

Menurut orang nomor dua di Kabupaten Bogor ini, jangan sampai dari kekurangan alat dan bahan, orang yang terinfeksi, tidak terdeteksi di terminal atau di sasiun menuju/dari Jakarta. Pengecekan harus dilakukan ketat agar orang yang terinfeksi tidak dapat lolos dan masuk ke wilayah Kabupaten Bogor.

“Ini harus ada komunikasi dengan pihak Jakarta. Makanya kami perintahkan komunikasi antara Jakarta dan bagaimana sistem penanggulangannya, supaya sama dengan DKI,” bebernya.

Selain melakukan pengecekan melalui deteksi di Stasiun dan Terminal, Iwan me gatakan akan dilakukan juga pengecekan di tempat dan fasilitas umum. Mengingat banyaknya warga Bogor yang bekerja di Jakarta dan sebaliknya. “Harus diantisipasi di tempat yang memang punya pergerakan massa banyak,” tambahnya.

Sementara itu, hingga kini di Kabupaten Bogor belum ditemukan ada indikasi warganya terkena virus corona baik berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Dari dinkes belum ada laporan resmi terindikasi secara umum dari masyarakat, dari diagnosa dan lainnya, ternyata negatif dari virus Corona. Jadi sampai hari ini belum ada laporan adanya masyarakat Kabupaten Bogor yang terjangkit infeksi virus corona,” ungkap Iwan.

Selain itu, sebelumnya Kabupaten Bogor sendiri telah menyatakan siap siaga terhadap corona dengan menyiapkan masing-masing 4 dokter dan 6 perawat khusus di 4 RSUD (Ciawi, Cibinong, Cileungsi dan Leuwiliang) yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

Sekaligus menyiapkan ruang isolasi khusus di setiap RSUD yang dibentuk oleh tim pengamanan penyakit inveksi new emergency RSUD di seluruh Kabupaten Bogor guna memberi penanganan khusus bila mana ada warganya yang memiliki gejala dan diagnosis sama dengan virus corona.

Tinggalkan Balasan