Museum Tanah Kini Rambah Usaha Pertanian Berbasis Virtual Online

0 133

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meresmikan langsung acara Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian serta peresmian Open Virtual Literacy di Jalan Djuanda, Kota Bogor, Selasa (3/3/20).

Open Virtual Literacy Room adalah ruang dengan fasilitas komunikasi interaktif online yang ditujukan untuk meningkatkan literasi jarak jauh bagi masyarakat seputar dunia pertanian. Ruang dan fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan pengunjung untuk komunikasi interaktif berbasis video conference baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman maupun transaksi bisnis dan konsultasi teknologi pertanian dengan ahlinya. Sedangkan Museum Tanah dan Pertanian Indonesia berisikan sejarah perkembangan pertanian bertolak dari masa lalu, kini, dan masa depan.

“Ini karunia luar biasa, karena di sini disajikan museum, juga perpustakaan. Ini hal paradoks, kenapa? Karena museum ini adalah hal yang lama, tetapi perpustakaan ini adalah hal yang berorientasi ke depan. Ini menyatukan hal yang lama dengan hal yang berusaha menembus ke depan, hal ini yang dibutuhkan oleh Indonesia,” kata Syahrul Yasin Limpo, membuka sambutannya.

Syahrul juga menjelaskan apa yang diluncurkan ini merupakan artificial intelegence, hal yang baru dalam sebuah ilmu pertanian. Karena itu, peluncuran ini memastikan dunia pertanian Indonesia harus masuk ke babak baru yang lebih maju. “Ini menembus ke depan, saya yakin, tanah Indonesia punya kekuatan bagus, ada di Bogor, Kalimantan sampai Papua, jadi lahan yang tersedia untuk kehidupan masyarakat Indonesia ini haru dimaksimalkan,” tegasnya.

Museum dan open virtual literacy ini bisa menjadi pintu masuk perkembangan dunia pertanian yang mumpuni. Sebab, diharapkan bakal lahir generasi-generasi yang memiliki kapasitas untuk memaksimalkan kekayaan alam pertanian di Indonesia. “Bicara pertanian yang modern, harus ada literasi. Literasi harus ada kapasitas, dari museum ini kami ingin membangun kapasitas ke depan masyarakat Indonesia. Bahkan kalau bisa, literasinya dikoneksikan bukan hanya di seluruh Indonesia seperti sekarang, tetapi juga terkoneksi dengan perpustakaan lainnya di luar negeri,” tandasnya.

Usai Mentan memberikan sambutan, Wali Kota Bogor Bima Arya kemudian memberikan sertifikat Muesum tanah sebagai Cagar Budaya yang telah disahkan surat keputusan (SK)-nya kepada Mentan Syahrul Yasin. “Terima kasih Pak Wali Kota Bima Arya, yang concern dan care dengan kebutuhan masyarakatnya, berikan harapan yang pasti bagi negara dan rakyatnya. Terima kasih ini sudah menjadi cagar budaya,” tandasnya.

Sementara, Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Retno Sri Hartati mengungkapkan, bahwa virtual literacy dapat mempertemukan seluruh stakeholder seperti peneliti, penyuluh, petani, dan pelaku usaha melalui video conference untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan kegiatan pertanian dari hulu-hilir.

“Fasilitas yang disiapkam Kementerian Pertanian tersebut dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terkait serta masyarakat umum, yang disiapkan di 4 titik yaitu di Perpustakaan Pertanian Jl. Juanda 20, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) Jalan A. Yani 70 serta di Museum Tanah dan Pertanian tersedia dua ruangan yaitu satu ruangan besar bisa untuk kapasitas 150 orang dan satu ruangan lagi yang berskala kecil untuk 10 orang“ kata Retno.

Retno mengungkapkan, bahwa literasi dengan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur berbasis Internet of Intelegent yang sudah ada, sebagai upaya akselerasi penyebaran informasi langsung jarak jauh secara masif sehingga dapat menjadi jembatan antara penyuluh, petani dan Kementerian Pertanian untuk menyebarluaskan teknologi Pertanian agar dapat dimanfaatkan untuk petani atau brindging invensi menuju inovasi.

Lebih lanjut Retno menjelaskan, dengan semangat Library Comes to You diharapkan virtual literacy dapat mendukung konsep pertanian maju, mandiri dan modern yang pada akhirnya dapat menyejahterakan petani. “Kami ingin pemuda-pemuda siapapun yang datang ke museum ini tidak saja belajar pertanian Indonesia di masa lalu, tetapi juga teknologi pertanian terkini di masa sekarang, dan optimistis menatap ke depan untuk pertanian lebih maju, mandiri dan modern,” ungkap Retno.

Peresmian Museum Tanah dan Pertanian juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Wali Kota Bogor, Bima Arya, Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2015, Rusman Hermawan. Sebelum kunjungan Mentan, Museum Tanah dan Pertanian juga menggelar talkshow Tani On Stage dengan menggandeng berbagai elemen entrepreneur di bidang pertanian. Acara itu dihadiri pula mahasiswa dan pelajar.

Tinggalkan Balasan