Ade Yasin Ngotot Pakansari Bakal Lolos Jadi Venue U-20, Iwan Bule: Belum Tentu

0 175

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI, Mochamad Iriawan mengakui belum dapat memastikan peluang Stadion Pakansari menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 pada 2021 nantinya, mengingat semua stadion di 5 kota lainnya berpeluang juga menjadi tuan rumah.

“Belum. Karena semua stadion lainnya juga ada peluang,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu di lokasi, Selasa (3/3/20). Menanggapi pernyataan Iwan Bule, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku bahwa Cibinong selalu siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Junior itu. Ia mengatakan siap membenahi Stadion Pakansari termasuk mempersiapkan 5 lapangan latihan.

“Sebelum FIFA datang kesini, Stadion Pakansari siap untuk jadi venue world cup dan siap berbebenah termasuk kesiapan kita untuk 5 lapangan latihan,” kata Ade. Menurut Ade, Cibinong layak ditunjuk menjadi venue ajang empat tahunan itu lantaran menurutnya semua sudah terintegrasi di Cibinong. Mulai dari fasilitas hingga pengamanan untuk peserta Piala Dunia. Dirinya berharap agar faktor tersebut menjadi pertimbangan tambahan untuk menjadikan Cibinong sebagai tuan rumah.

“Fasilitas dan pengamanan semuanya sudah teritegrasi di Cibinong, mudah-mudahan ini menjadi daya tarik dan menjadi pertimbangan lain untuk menentukan Stadion Pakansari menjadi venue ini,” harapnya. Kemudian Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor menganggarkan Rp300 miliar untuk mempersiapkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 bilamana Stadion Pakansari ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah. Rp300 Miliar tersebut tidak hanya untuk penambahan fasilitas namun juga untuk infrastruktur pendukung menuju Stadion Pakansari.

Sementara itu, sebelumnya ketua umum PSSI didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha meninjau langsung Stadion Pakansari guna mengecek kesiapan sebagai bakal calon tuan rumah. Usai meninjau, Iwan Bule memberi catatan kepada Bupati untuk membenahi dan menambah beberapa fasilitas guna memenuhi syarat dari FIFA untuk stadion berkapasitas 30 ribu penonton ini.

“Tinggal memperbaiki kamar ganti, toilet, ruang media, juga melengkapi infrastruktur yang kurang seperti jacuzzi atau kolam berendam air hangat untuk sarana pemulihan pemain,” kata Iwan Bule.

Tinggalkan Balasan