Akhirnya DPRD Dukung PKL Lawang Saketeng dan Pedati Pindah Usai Lebaran

0 212

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Setelah dua jam lebih mencari win win solution terkait rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng-Jalan Pedati oleh Pemkot Bogor, akhirnya dalam rapat bersama yang dilakukan pedagang, anggota DPRD dan pihak Pemkot Bogor di aula rapat gedung DPRD Kota Bogor, diputuskan bahwa para anggota DPRD Kota Bogor bersepakat mengeluarkan rekomendasi menolak dilakukan relokasi PKL Lawang Saketeng-Pedati pada tanggal 6 Maret 2020 mendatang.

Usai rapat, Ketua DPRD, Atang Trisnanto, mengatakan, hasil gelar rapat bersama telah diputuskan bahwa DPRD Kota Bogor bersepakat mengeluarkan rekomendasi menolak rencana Pemkot merelokasi pedagang pada tanggal 6 Maret 2020 dan meminta relokasi tersebut ditunda hingga lebaran.

Atang mengungkapkan, setelah selesai rapat ini, DPRD akan langsung membuat surat resmi dan menyerahkan langsung kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. “Secepatnya kita akan mengirimkan surat rekomendasi ini  ke Wali Kota Bogor,” ucapnya.

Senada, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, pertama, rapat ini, untuk memediasi antara para PKL dan dinas terkait dari Pemerintah Kota Bogor. Poin inti tahapannya mulai dari pendataan, pendaftaran dan pemindahan sampai penghapusan relokasi PKL dari regulasi hukum yakni Perpres 125, Permen 41 dan Perda 11 tahun 2019, termasuk Perda RTRW.

Nampaknya secara dokumen dan pelaksanaan di lapangan itu belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan tiga konsideran hukum. Kedua, yang mempunyai kewenangan menentukan tempat untuk dijadikan relokasi itu adalah tim koordinasi penataan dan pemberdayaan sesuai Perpres 125 tahun 2012. Siapa tim ini? unsur salah satunya adalah PKL.

Dia menambahkan, saat ditanya kepada pedagang ternyata tidak ada satu pun yang masuk ke dalam tim termasuk SK tim itu pun belum dibaca. Di dalam proses penataan dan pemberdayaan PKL, butuh proses dan tahapan luar biasa serta komprehensif sehingga berpikir ketika ini dipaksakan kemudian pedagang bergejolak dan melihat dampaknya lebih besar.

“Takut dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Melihat dari proses dan mekanisme yang ada serta belum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, kami DPRD secara keseluruhan sepakat akan membuat surat rujukan dan usulan kepada Walikota untuk menangguhkan relokasi pada tanggal 6 Maret 2020 sampai dengan batas pembahasan yang lebih lanjut,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, untuk relokasi nanti, pihak Pemkot Bogor harus melibatkan pedagang, baik untuk penataan, pendataan sampai rencana relokasi. Sementara, PKL yang hari ini hadir dengan jumlah 600 sekian sama sekali belum ada yang punya TDU. Sedangkan secara aturan hukum wajib difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai dasar kekuatan kepastian hukum bagi PKL untuk tetap berusaha.

“Masih banyak tahapan yang belum dilaksanakan oleh Pemkot Bogor terkait rencana relokasi PKL Lawang Saketeng-Pedati sesuai dengan aturan yang ada, baik itu Perpes, Permendagri, maupun Perda di Kota Bogor,” imbuhnya. Sementara, Dinas KUKM Samson Purba mengatakan, melihat di dalam pertemuan tadi, kesimpulannya bahwa anggota dewan akan memberikan surat rekomendasi kepada Wali Kota Bogor.

“Kami dari tim di sini tentu akan menyampaikan kepada seluruh anggota tim termasuk wali kota dan wakil di dalam tim untuk kita bahas apa langkah kita selanjutnya. Saya tidak akan bicara mungkin atau tidak penundaan relokasi. Tapi kita tunggu bahasan selanjutnya dari tim, karena keputusan ada di dalam tim,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Dirut PPPJ Muzakkir, pihaknya akan melapor ke pimpinan hasil pertemuan di DPRD dan tetap berkomitmen mempersiapkan tempat bagi 696 PKL di tanggal 6 Maret 2020. “Kami menunggu hasil akhirnya nanti. Tapi kami menyiapkan lahan dan PKL yang direlokasi nanti akan tertampung semua di Pasar Bogor,” pungkasnya.

Dalam gelar rapat bersama tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua 1 Jenal Mutaqin, Wakil ketua 2 Dadang Danubrata dan Wakil ketua 3 Eka Wardhana serta Ketua Komisi 2 Restu Kusuma.

Tinggalkan Balasan