Mantan Kades Tamansari Ditahan Kejari Salahgunakan Dana Desa Rp500 Juta

0 41

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Salah seorang mantan Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Tamansari terpaksa harus ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor karena telah melakukan penyalahgunaan uang dana desa tahun anggaran 2018 lalu.

Mantan kades berinisial A berstatus tersangka atas penyalahgunaan pengelolaan dana desa. Perbuatannya tersebut merugikan keuangan negara sebanyak Rp.500 Juta. Kemudian tersangka dalam proses awal penyidikan, sudah memulihkan (mengembalikan, red) uang Rp170 Juta termasuk Akte Jual Beli (AJB) Rumah.

“Total kerugian itu sekitar kurang lebih Rp.500 Juta rupiah dan yang bersangkutan sudah berhasil memulihkan, jadi sudah mengembalikan sekitar 170 Juta di awal penyidikan dan AJB Rumah,” kata Rolando Ritonga Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor, Jumat (21/2/20).

Tim penyidik Kejari Kabupaten Bogor bermula mendapat laporan dari masyarakat terkait dana desa sekaligus dilakukan pendalaman oleh timnya selama 5 bulan. Alhasil A terakhir diperiksa Kamis (20/20/20) kemarin oleh Kejari Kabupaten Bogor, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka hari ini.

Akibat perbuatannya, A telah dilakukan penahanan sementara di Pondok Rajeg selama 20 hari sebelum segera dilakukan proses penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Sekitar 15 orang saksi diperiksa dalam materi perkara kasus ini, tersangka diduga menggunakan uang dana desa hasil curiannya untuk kebutuhan pribadinya. “Karena memang total dana desa yang di terima baik dari pusat dan pemda itu Rp800 Juta, juga Rp100 Juta. Namun pada tahap ke-3 nya itu, semua tidak di laksanakan karena ternyata uangnya digunakan untuk keperluan pribadi Kades,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk AJB Rumah tersangka yang disita, Rolando belum dapat memastikan apakah rumah tersebut merupakan hasil dari uang korupsinya. “Ini akan terus didalami lagi untuk penyempurnaan berkas perkara, yang jelas sudah ada 2 alat bukti yang mendukung. Kemudian penyidik menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan siap di limpah ke pengadilan,” paparnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor minimal 2 hingga maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku belum mendapat laporan resmi tentang kasus ini. Namun dirinya hanya mengimbau kepada setiap Kades di Bumi Tegar Beriman agar lebih berhati-hati dan tidak ceroboh dalam menangani dana desa.

“Serupiah pun uang negara pasti terpantau, jadi jangan bermain-main lagi di dana seperti itu,” ujar Ade.

Selain itu, pihaknya akan ada penanganan khusus agar kasus serupa tak terjadi kembali seperti yang sudah disampaikan ke masyarakat terkait program 1 Miliar, 1 Desa. “Nanti ada tim pemantau khusus dari pemda kita melibatkan aparat juga, jangan sampai ada lagi yang kayak gini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan