Pencairan Dana Bantuan Korban Bencana Bogor Barat Terkendala Pendataan

0 130

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Pusat melalui sejumlah kementerian berencana memberikan bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Namun, karena belum adanya data yang valid dan akurat, bantuan akhirnya belum terlaksana hingga kini.

Hal tersebut turut dikatakan oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan yang mencontohkan, misalnya seperti bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga bantuan dari Kementrian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk infrastruktur.

“Kita juga sedang mendata terkait bantuan itu kenapa belum cair, karena ada data yang belum lengkap,” kata Iwan kepada heibogor.com usai rapat koordinasi penanggulangan bencana, belum lama ini.

Politisi Gerindra itu pun akhirnya menegaskan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tinggal desa untuk mengambil langkah tegas dalam melakukan pendataan. Jangan sampai, katanya data yang sudah dikumpulkan dan disepakati untuk dianjukan kembali bertambah.

Ia mencontohkan adanya di daerah lain akibat data yang belum rampung akibatnya bantuan pun belum cair hingga bertahun-tahun, Iwan tak ingin Kabupaten Bogor pasca bencana mengalami hal serupa. “Makanya saya minta waktu siapnya berapa hari, berapa minggu untuk mendata?” tambahnya.

Menurutnya, lambatnya pendataan tak terlepas dari perubahan data di pihak desa dan kecamatan, sehingga, Iwan mengaku belum berani untuk mengusulkan data itu ke pemerintah pusat.

“Kita harus crosscek ke bawah jangan sampai data dimodifikasi, itu yang kita takut pertanggungjawabannya, nanti kalau kita minta sekian jadinya sekian dilapangan berarti ada yang fiktif,” ungkapnya.

Sementara itu dirinya meminta kepada pihak yang terlibat dalam pendataan mulai, BOBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR Kabupaten Bogor hingga RT/RW dapat selaras berkoordinasi sehingga bantuan yang dikucurkan dapat tepat sasaran tanpa adanya pengambilan hak orang lain.

“Jadi biar tidak disebut lambat, ya kita harus sepakati berani tegas ambil keputusan penentuan data kalau engak naik turun berubah lagi,” kata Iwan.

Sementara itu Iwan menambahkan terkait pendataan yang cukup sulit menyangkut data untuk memberikan jaminan hidup (Jadup) pada korban. Lantaran di lokasi bencana masih banyak korban yang menginginkan mendapat bantuan guna memenuhi kehidupan sehari sembari menunggu waktu hunian tetap (huntap) terlaksanan.

Dia menuturkan, pendataan bantuan Jadup cukup kompleks. Pasalnya, untuk melakukan pendataan tersebut, pihaknya harus lebih rinci dalam mendata. “Yang berat itu kan soal Jadup, banyak budget dan ada bin ini bin itu, orang ini bin siapa, itu yang jadi ribet,” pungkasnya.

Sementara itu tempat terpisah, Bupati Bogor, Ade Yasin tengah mengecek kondisi calon area huntap di Desa Sukaraksa, Cigudeg seluas 29 hektare sekaligus dilakukan land clearing di area yang akan diisi sekitar 1.000 orang terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan