Jurnalisme yang Kritis dan Jujur

0 128

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pertengahan Februari 2020, para Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor kembali menggelar “Pameran Foto Jurnalistik Bogor Dalam Bingkai Tahun 2019 “, catatan visual yang terjadi di sepanjang tahun itu dan menjadi perhelatan kelima sejak PFI Bogor berdiri pada tahun 2015. Catatan visual ini, merupakan pilihan terbaik dari karya jurnalistik, liputan 15 pewarta foto Bogor yang menjadi ujung tombak pemberitaan visual di kota yang menjadi penyangga ibukota.

Sebanyak 80 foto tunggal dan 6 foto cerita terangkum menjadi rangkaian yang mengalir untuk dilihat dan menjadi catatan peristiwa, yang meliputi peristiwa ekonomi, politik, sosial dan budaya, olahraga, juga hukum, serta kiprah pemimpin di Kota Bogor, terpampang dalam pameran ini, termasuk catatan visual before/after pembangunan infrastruktur di pemerintahan Kota Bogor.

Peristiwa anjloknya rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi pada Minggu (10 Maret 2019) merupakan salah satu peristiwa yang paling ramai diliput oleh media di Kota Bogor. Banyak penumpang terlantar menuju ibukota untuk melakukan aktifitas rutin dengan menggunakan moda transportasi ini. Menurut catatan PT Kereta Commuter Indonesia (KC), sepanjang tahun 2019 mereka melayani 336 juta penumpang atau jika di rata ratakan sekitar 400 ribu hingga satu juta penumpang setiap harinya, jadi bisa dibayangkan jika ada masalah dengan moda transportasi umum ini.

Ada banyak peristiwa yang berhasil direkam dengan baik oleh para pewarta foto Bogor, walaupun masih tersaji peristiwa berulang seperti tahun tahun sebelumnya, yaitu peristiwa sosial budaya, keagamaan dan juga kasus kasus hukum, termasuk masalah korupsi, dan yang paling mewarnai direntang waktu itu adalah hiruk pikuk politik terkait pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang menyedot perhatian publik setahun terakhir.

Pesta rakyat lima tahunan menjadi puncak pemberitaan. Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden atau Pilpres pada tahun lalu yang dikenal dengan Tahun Politik menjadi perhatian utama hampir para awak media di sepanjang tahun yang hanya diikuti dua pasang calon.

Para Pewarta Foto Indonesia Bogor harus menjaga semangat jurnalisme yang sehat. Mereka berupaya untuk tidak menjadi sekelompok jurnalis yang menjadi partisan politik. Di tengah turbulensi politik yang tinggi, sebelum masyarakat Indonesia menyerahkan kedaulatan politiknya kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres dari dua calon yang ada. Untuk itu, jajaran pewarta foto Bogor terus menjaga agar posisi mereka tetap menyiarkan pemberitaan yang berimbang.

Optimisme akan membawa Indonesia berjalan menuju kehidupan sosial yang lebih baik. Tidak melupakan bahwa keberagaman menjadi landasan kehidupan bangsa yang sedang berusaha menggapai masyarakat yang lebih demokratis, baik secara politik maupun ekonomi. Tidak membiarkan terjebak dalam ketokohan yang semu, namun lebih kepada cita-cita menuju masyarakat yang adil dan makmur.

“Jika masyarakat kerap mendengar janji-janji politisi pada saat kampanye, maka biarkan waktu yang menjadi hakim, apakah para politisi itu mampu melakukan perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik, atau kemudian nanti kita akan menemukan catatan sejarah yang masih kelam seperti tahun-tahun yang lalu,” ucapnya.

“Seiring dengan itu, besar harapan kita semua, pewarta foto Indonesia Bogor dapat mengambil perannya dengan mengawal semangat reformasi bagi perbaikan bangsa melalu lensanya, dengan tetap mengusung jurnalisme yang kritis dan jujur,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan