Kreatif dan Unik Ilyas Sulap Sedotan Jadi Motor dan Aneka Perabotan

0 55

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Sedotan plastik pada umumnya digunakan sebagai alat bantu minum. Namun apa jadinya bila sedotan dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan? Hal berbeda yang dikreasikan tangan Ilyas salah seorang pengrajin, sedotan dapat disulap menjadi aneka ragam bentuk.

Sempat viral beberapa waktu lalu di sosial media facebook saat dirinya membuat kerajinan motor sebesar ukuran pada umumnya dan telah dibagikan lebih dari 19 ribu pengguna facebook. Egi, sang keponakan tak menyangka unggahan iseng tersebut ditanggapi positif oleh para warganet.

Heibogor.com berkesempatan menemui Ilyas di kediamannya di Kampung Parung Tanjung RT 03/13 No. 38, Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ilyas (44) menceritakan bahwa kemampuannya menyulap sedotan menjadi beragam kerajinan dilakukan dengan otodidak bermula saat anaknya menangis meminta mainan baru, Ilyas berpikir rasanya tak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan mainan. Untuk itu ia mengumpulkan sedotan hasil jajan anaknya dan membuat kerajinan berbentuk mobil.

Pada 2011 lalu, ia sempat membuat kerajinan motor yang dibuatnya selama 3 minggu dan dihargai Rp. 2 Juta. Sejak itu dirinya mulai dikenal seorang pengrajin kreatif berbahan sedotan hingga masuk ke berbagai program televisi.

Tak hanya itu, kerajinan buatan Ilyas juga pernah dipamerkan dan dilombakan di berbagai kompetisi. Salah satunya pameran dan lomba tingkat Kabupaten Bogor pada 2011 silam.

“Juara 1 tingkat Kabupaten Bogor mewakili Gunung Putri waktu masih zamannya Bupati Rahmat Yasin. Kemudian tahun 2012 juara 1 lagi di ajang perlombaan salah satu rokok,” ujarnya kepada heibogor.com, Selasa (18/2/20).

Ilyas sempat mengaku setelah membuat kerajinan motor dan menjuarai berbagai lomba ia sempat vakum selama 8 tahun karena kurangnya modal dan peminat. Namun, setelah karyanya kembali viral di sosial media, ia optimis meneruskan berkarya dengan bahan sedotan tersebut.

Kini Ilyas menerima berbagai macam pesanan dari para tetangganya. Ia biasa membuat 1 karya dalam 1 hari tergantung dengan tingkat kesulitannya. “1 hari kalau libur, kalau kerja 1 karya bisa 3 hari,” kata pria yang juga menjadi Office Boy dan terapi pijat itu.

Karyanya kini dihargai mulai dari 70 ribu hingga jutaan rupiah, semua tergantung bentuk dan tingkat kesulitan. Ia biasa membuat kerajinan berbentuk rumah, mobil, kapal pinisi hingga berbagai ikon daerah. Ia biasa menggunakan sedotan bekas. Bila kurang bahan, ia mengaku menambahkan dengan membeli sedotan baru.

Meski demikian, peminat karya Ilyas masih sekitaran tetangganya saja. Ia berharap setelah viral, karyanya agar mampu dikenal peminat luar daerah. “Semoga dengan ini paling tidak ada peminat dari berbagai daerah, karena kalau saya pesan dulu baru buat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan