Ridwan Kamil Siapkan Bedol Desa Jamin Relokasi Korban Bencana Bogor Barat

0 106

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Terdapat 15 tempat yang sudah disiapkan Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat untuk merelokasi korban bencana banjir dan tanah longsor di Bogor Barat beberapa waktu lalu. 15 tempat merupakan lahan yang akan digunakan untuk menampung seluruh korban yang ada di Bogor Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan dua opsi terhadap para korban bencana. Opsi pertama, warga bisa tinggal di tempat semula asal berdasarkan kajian tim geologi aman atau tidak. “Kita harus cek dulu dengan ahli geologinya, kalau ternyata tidak ditemukan lahan yang datar, memadai, kemudian ada juga lahan miring, rawan apa tidak. Geologi itu akan menjadi informasi kalau ternyata tidak bisa,” kata mantan Wali Kota Bandung usai meninjau korban bencana di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Selasa (28/1/20).

Sedangkan opsi kedua adalah bedol desa, merelokasi seluruh warga terdampak bencana ke dalam satu tempat. Karena menurut Emil, sapaan akrabnya, opsi kedua merupakan yang paling disukai karena memindahkannya tidak berpencar-pencar langsung semuanya dalam satu tempat. “Kita sudah ada tempat 15 kilometer dari sini ada tanah luas milik PTPN yang akan kita kondisikan. Perkampungan baru kira-kira jadi bedol desa, satu kampungnya ada di situ,” lanjutnya.

Ke-15 tempat calon relokasi tersebar di 3 wilayah. Lima titik di lokasi lahan milik PTPN VIII Cikasugka seluas 20,48 hektare. 8 lokasi di tanah perusahaan bukan milik PTPN seluas 59,5 hektare, serta 2 lokasi di tanah milik warga seluas 1,72 hektare. Total, kebutuhan lahan untuk relokasi warga korban longsor Kabupaten Bogor mencapai 81,7 hektare.

Terkait mata pencaharian warga yang terdampak bencana, kang Emil mengatakan bahwa lahan milik PTPN calon relokasi itu dapat juga digunakan untuk bertani oleh warga. “Karena lahannya juga lahan hijau, jadi selain rumah nanti kita bisa sediakan tempat bercocok tanam atau bekerja sama dengan PTPN mengelola tanah pertanian,” kata Emil.

Emil berharap agar warga dapat segera memutuskan dua opsi yang ditawarkannya. Sehingga, awal Februari nanti bisa dilakukan pembangunan tempat relokasi. “kalau gak ada halangan tunggu dalam 3 hari ini sehingga awal Februari bisa kita bangun secepatnya,” pungkasnya.

Selain itu, dirinya juga menjamin hak-hal bagi warga yang direlokasi baik dari sisi hunian maupun mata pencaharian dan memberikan bantuan dana perbaikan rumah jika rumah warga terdampak bencana masih layak huni meski alami kerusakan dan bergantung pada tingkat kerusakannya.

Tinggalkan Balasan