Bantuan Logistik Dikirim Lewat SRT Akibat Jembatan Cileuksa Terputus

0 111

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Akibat akses utama jembatan sungai Ciberang terputus menuju Kampung Ciparempeng membuat para relawan melakukan pengiriman logistik menggunakan tali karmantel dengan Single Rope Technique (SRT) di atas sungai Ciberang tersebut.

Hal itu dilakukan karena apabila pengiriman dilakukan manual dengan menyebrangi jembatan sementara, medannya sangat tidak memungkinkan untuk membawa paket bantuan karena harus memanjat tebing curam di pinggir sungai dengan seutas tali karmantel.

Dari hal tersebut, kelompok relawan yang tergabung dari Mapala (mahasiswa pecinta alam) gabungan Jabodetabek berinisiatif memasang SRT melintasi sungai guna mengirim paket bantuan langsung tanpa harus menyebrangi sungai. Selain efesiensi waktu dan tenaga, itupun dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan saat pengiriman bantuan.

Salah seorang relawan, Fauzi Azhari mengatakan bahwa dorongan paket bantuan dengan SRT tersebut sudah dilakukan sejak minggu ke-2 pasca bencana terjadi Rabu (1/1/20) lalu. “Kami pasang SRT ini sejak minggu ke-2. Panjangnya kurang lebih 150m dari sini ke sana,” ujarnya kepada heibogor.com di lokasi Rabu (22/1/20).

Para relawan dapat mengirimkan puluhan hingga ratusan paket dalam satu harinya dengan SRT, tergantung jumlah dari paket yang tersedia setiap harinya. Mulai dari pukul 08.00 pagi hingga sore.

Mereka menargetkan akan terus membantu mengirim paket bantuan dengan SRT hingga kebutuhan ketiga kampung tersebut sudah terpenuhi dan terealisasinya jembatan penghubung. “Sampai jembatan jadi (dibangun, red) dan kebutuhan kampung terpenuhi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala RW 06 Kampung Ciparempeng, Jamar mengatakan bahwa jembatan sungai merupakan akses utama ke tiga kampung tersebut dari Desa Cileuksa. Dirinya hanya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan hal tersebut “Jembatan akses utama 3 kampung. Sekarang memerlukan jembatan, masyarakat tak punya dana,” keluhnya.

Serupa, Ketua RT 01, Diding berharap ada bantuan lainnya dari pihak pusat maupun Pemkab Bogor agar mereka dapat mencukupi kehidupan kedepannya kembali dengan akses yang sudah terbuka. “Kami ingin punya pegangan kabar dana bantuan, sampai tanggal 30 nanti yang meresahkan adalah bagaimana ke depannya nanti aksesnya bila tidak diurus,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan