Bappedalitbang Tegaskan Relokasi Bencana Alam Disisihkan di APBD

0 109

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan bahwa sepakat dengan DPRD Kabupaten Bogor untuk menyisihkan sebagian Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) untuk membangun area relokasi akibat bencana di sejumlah titik di Kabupaten Bogor.

“Sebenarnya untuk APBD 2020 itu hampir final, kemudian terjadi bencana. Kita sepakat dengan DPRD. Karena bencana, darurat dan mendesak jadi diperbolehkan(dialihkan sebagian untuk bencana),” kata Syarifah kepada heibogor.com, Kamis (9/1/20).

Pihaknya sudah lakukan identifikasi tapi untuk penanganan daerah diluar kawasan tersebut. Karena setelah pihaknya lihat, dirinya mengaku tidak tahu apakah jalan itu berpindah atau terputus kemudian apakah juga bisa membangun SD kembali di titik awal karena lokasinya sudah berubah. Jadi yang itu tidak ajukan di APBD 2020, jadi ada beberapa penanganan.

Pihaknya juga mengusulkan ke kementrian PUPR diminta itu sudah ada beberapa yang diidentifikasi jalan dan sebagainya. Juga kita minta bantan dari badan Informasi Geospasial, Badan Geologi dari Bandung, kemudian juga Lapan, kemungkinan nanti dilihat dari satelit. Tujuannya adalah untuk melihat titik-titik yang secara geologi itu tidak mungkin lagi dibangun seperti semula termasuk jalan dan sebagainya.

Masih kata wanita yang kerap disapa Ifah itu, baru nanti setelah tanggap darurat selesai, dilakukan analisis asesment itu sebagai rekomendasi kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan. Apakah relokasi dan sebagainya. Sekarang telah mengumpulkan lahan-lahan Hak Guna Usaha (HGU) di mana saja, kita baru antisipasi, bilamana ada relokasi di manakah cadangan-cadangan tanahnya.

“Kami sudah identifikasi ada beberapa tapi cadangan-cadangan pun juga, nanti akan kita mintakan lagi dari geologi jangan sampai nanti dicadangan yang sudah kita sarankan ternyata secara geologi tidak memungkinkan, karena ini pekerjaan yang panjang,” ujarnya.

Cadangan tanah tersebut ada beberapa HGU yang disampaikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), tetapi pihaknya belum dapat pastikan. Ifah mengaku baru punya data saja. Sementara HGU, katanya ada di Sukajaya dan Cigudeg. Relokasi tersebut tak hanya untuk Sukajaya saja. “Tergantung dari hasil asestment karena kalau sekarang kita terlalu dini, karena kita tidak tahu apa yang di dalam mengenai kondisi tanahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan untuk DPRD pada dasarnya pihaknya dalam rapat koordinasi (rakor) mendukung hal tersebut terkait Belanja Tak Terduga (BTT) untuk program penanganan bencana. “Silahkan dialokasikan, yang penting betul-betul bisa dirasakan langsung oleh para korban,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan