Kondisi Terkini Kampung Urug Sukajaya, Ratusan Rumah Hancur Akibat Banjir Bandang

0 237

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kondisi terkini dari Kampung Adat Urug, Desa Urug (Pemekaran Desa Kiarapandak) Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor sangat memprihatikan. Lantaran banyak rumah hancur akibat luapan banjir bandang yang terjadi sejak Rabu (1/1/20) lalu. Tak hanya rumah hancur, bahkan batuan-batuan besar yang terbawa arus hingga menutup dataran Kampung Urug tersebut.

Diketahui sebelumnya, bahwa Desa Urug yang merupakan pemekaran dari Desa Kiarapandak merupakan salah satu Desa yang terisolir di antara 4 Desa lainnya di Kecamatan Sukajaya akibat akses jalan utamanya tertimbun longsor.

Kepala adat Kampung Adat Urug, Abah Ukat mengatakan bahwa bencana tersebut terjadi akibat luapan Sungai Ciapus dan Sungai Cidurian dari derasnya curah hujan sejak Selasa (31/12/19) lalu.

“Sekitar pukul 06.00 hari Rabu (1/1/20) , awalnya Abah dikabarkan oleh tetangga bahwa air permukaan naik kemudian Abah cek dan tempat lainnya. Benar adanya. Kemudian Abah perintahkan warga untuk segera meninggalkan rumah,” ujar Abah Ukat kepada heibogor.com, Sabtu (4/1/20).

Selepas beliau mengecek kondisi naiknya permukaan air, air susulan (banjir bandang, red) yang besar langsung menerjang rumah warga sekitar. Banyak rumah hancur sehingga kondisinya tidak layak huni, tak terhitung jumlahnya kata Abah, sapaan akrabnya. Namun berdasarkan pantauan heibogor.com ada sekitar ratusan rumah yang hancur. Beruntung tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban karena dari awal sudah Abah perintahkan untuk meninggalkan rumah. Kalau dilihat dari kondisi saat ini, ini merupakan bencana yang terparah,” ujar Abah Ukat.

Abah menambahkan bahwa saat peristiwa terjadi, korban yang rumahnya hancur akibat luapan air sungai mengungsi ke rumah saudara sekitar yang tidak terkena dampaknya.

Salah seorang warga, Atih menuturkan bahwa saat pristiwa terjadi warga panik dan merasa trauma hingga esoknya. Bahkan hingga kini, Kampung Urug tak bisa menggunakan listrik. “Kemarin Rabu (1/1/20) warga masih merasakan trauma, sehingga warga baru melakukan bersih-bersih pada Kamis (2/1/20) siang, sampai kini juga listrik masih mati,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini belum adanya bantuan konsumsi dan logistik untuk Kampung Adat Urug karena akses kendaraan menuju lokasi terputus akibat tertimbun longsor dan ambles. Sementara, akses dari Desa Pasir Kupa dapat dilalui dengan berjalan kaki dan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam menuju Kampung Adat Urug melewati perbukitan dan jalan setapak.

Diperkirakan bantuan logistik maupun konsumsi akan segera datang secepatnya lantaran siang hari tengah dilakukan pengecekan melalui udara (helikopter, red) di sekitar Kampung Adat Urug.

Tinggalkan Balasan