Camat Bojonggede: Teror Ular Kobra Karena Habitatnya Terganggu

0 141

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Terkait maraknya ditemukan ular kobra sebanyak 34 ekor di Royal Citayam dan 16 ekor di Citayam Village, Camat Bojonggede, Dace Hatomi turut angkat bicara terkait hal tersebut.

Ia menegaskan bahwa perlunya berpikir positif dan tidak menganggap ditemukannya ular tersebut sebagai teror. “Pertama kita berpikir positif dahulu, datangnya ular jangan dianggap teror, ular itu kemungkinan habitatnya terganggu sehingga masuk ke perkampungan,” kata Dace saat dihubungi Jumat (13/12/19).

Lanjut Dace, pihaknya mengajak kepada seluruh warga Bojonggede untuk meningkatkan kembali PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan kejadian ini sekarang Royal Citayam makin bersih lagi, karena kemungkinan adanya rumah kosong yang justru menjadi sarang.

Kemudian Dace menegaskan terkait bantuan yang dilakukan sifatnya masih fasilitasi, umpamanya mengkonfirmasi meminta bantuan kepada dinas damkar dan komunitas reptil.

“Kalau bantuan yang sifatnya materil kami gak ada karena di kecamatan juga tidak punya tenaga teknis ataupun material yang khusus menangani ini,” sambungnya. Ia menganggap kejadian ini sama umpamanya dengan evakuasi sarang tawon besar, “kan ini tak ada korban,” ujarnya.

Dace turut berterima kasih kepada warga atas kerja samanya melakukan fogging di lokasi kejadian. “Ini ikhtiar kami mudah-mudahan dengan fogging itu ular bisa keluar dari sarangnya dan melakukan pembersihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan