Dita Agusta Dirikan Rumah Kucing Parung Berawal dari Hobi Pelihara Kini Jadi Tempat Adopsi “Si Manis”

0 108

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kucing-kucing liar biasa kita lihat sehari-hari hidup di jalanan bertahan hidup. Namun apa jadinya bila ratusan kucing hidup berdampingan dalam 1 rumah bersama kita. Hal itu dapat ditemui di Rumah Kucing Dita Agusta, atau biasa dikenal dengan Rumah Kucing Parung.

Rumah kucing yang beralamat di Jalan Pasir Naga, Pabuaran, Kemang, Kabupaten Bogor ini merupakan tempat tinggal bagi ratusan kucing yang diadopsi dan dirawat oleh Dita bersama keluarga dan 5 pengurusnya.

Kucing-kucing yang ada berasal dari orang lain yang ingin memberikannya dan diurus oleh Dita ada juga yang merupakan hasil rescue razia kucing dari Dinas-Dinas di Jakarta. Rumah kucing ini juga bekerja sama dengan Dinas KPKP Jakarta yang memberikan kuota 10 ekor per minggunya untuk di sterilisasi.

“Iya ada kerja sama juga dengan Dinas Jakarta, timbal baliknya kita diberi kuota 10 ekor perminggunya untuk steril di Puskeswan Ragunan,” tutur Reza salah seorang pengurus.

Rumah Kucing ini terbuka bagi adopter kucing atau yang ingin memberikan kucingnya untuk dirawat dan diurus disini, namun ada persyaratannya dengan memberi donasi Rp250 ribu per ekor untuk biaya sterilisasi. Untuk adopsi hanya perlu membuat nota perjanjian di atas materai.

“Sterilisasi itu dimandulkan lewat operasi, oleh dokter hewan supaya menurunkan sifat agresif, agar lebih tenang dengan kucing yang lain (tidak bertengkar) dan menghindari sifat-sifat perebutan teritorial antar jantan. Setelah di steril itu semua hilang,” tambah Reza.

Awalnya, Rumah Kucing ini memang karena Dita sendiri suka memelihara 30 ekor kucing pribadinya dari tahun 2014, seiring berjalannya waktu bu Dita seakan tak ingin menutup mata kepada kucing-kucing lain yang membutuhkan tempat. Sehingga Dita dan keluarga mendidikasikan rumahnya sebagai rumah kucing untuk kucing-kucing di luar sana.

“Kami selalu aktif mencarikan adopter kucing-kucing sehat yang sudah steril dan sudah jinak, siap dipelihara orang lain. Untuk kucing cacat yang bermasalah kami tak akan open adopsi kami hanya untuk yang sehat normal. Tujuannya juga supaya mereka dapat kehidupan yang lebih baik,” kata bu Dita kepada heibogor.com, Selasa (3/12/19).

Teknis pemeliharaan rumah kucing ini tak sembarangan, setiap kucing punya tempatnya masing-masing, kandang untuk yang sakit, yang sehat, proses steril, menyusui hingga yang dibiarkan berkeliaran yang semuanya dirawat dengan baik dan benar.

Dita mengaku bahwa untuk mengurus ratusan kucing tersebut berasal dari dana donasi oleh orang-orang yang perduli dengan hewan, mulai dari makanan hingga biaya kesehatan. “Saya menerima donasi dari manapun dalam bentuk apapun. Di medsos tercantum sudah ada alamat dan nomer rekening untuk donasi,” kata ibu 3 anak ini. Total terdapat sekitar 250 kucing yang ada di rumah kucing ini.

Tinggalkan Balasan