PT MSJ: Tak Kuat Angkat Beban Sling Crane Proyek Tol BORR Seksi 3A Bakal Molor

0 76

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo klarifikasi atas insiden patahnya lengan crane saat pengerjaan pondasi off ramp R17 B2 Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 3A di Kayu Manis, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (2/12/19) malam.

Hendro menjelaskan, dari hasil rapat dengan Komite Keselamatan Jalan dan Terowongan, Komite K2 (Keselamatan Konstruksi), dan PU sebagai otoritas pembangunan infrastruktur, kesimpulan sementara berdasarkan data yang ada maupun lewat wawancara petugas yang ada di lapangan, bukan lengan crane-nya yang patah tapi slingnya yang putus saat mengangkat selongsong seberat 2,6 ton.

“Kejadiannya terjadi sekitar jam 21.50 WIB. Itu terjadi karena slingnya putus maka crane-nya terjungkang saat pengangkatan besi casing bore pile untuk pondasi off ramp di Kayu Manis R17 B2. Tidak ada korban sama sekali. Namun, insiden itu menyebabkan sebagian Jalan Sholeh Iskandar tertutup. Tapi dalam waktu 1 jam sudah pulih kembali karena crane sudah diangkut keluar dari area proyek,” bebernya kepada wartawan saat konferensi pers, Selasa (3/12/19).

Ia melanjutkan, sebenarnya crane ini berkapasitas 35 ton. Sedangkan beban yang diangkat seberat 2,6 ton dengan diameternya 1,2, panjang 9 meter, dan tebalnya 1 cm. Seharusnya tidak ada masalah. Karena pengerjaan yang pertama sudah berhasil tanpa insiden. Tapi kenapa yang kedua terjadi insiden?

Ia menegaskan, secara prinsip operator mesin dan mesinnya sendiri sudah layak dalam artian operator sudah punya surat izin operator (SIO), dan crane-nya sudah memiliki SILO. Itu ada datanya. Sling yang di order pun sudah sesuai kekuatannya.

“Jadi, sling itu dari pabrik. Bukan kita bikin sendiri. Kenapa bisa putus? Nah, ini yang kita sedang teliti berapa sih sebenarnya beban angkat yang diperbolehkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, adanya insiden ini, tidak mempengaruhi pekerjaan di main road (pekerjaan utama). Pekerjaan di jalur utama tidak distop. Tetap jalan karena tidak terpengaruh. Namun, dari sisi waktu ada dampaknya.

“Bagi kami kerugiannya dari sisi waktu. Meski progres sudah 75 persen, adanya insiden ini, membuat pekerjaan jadi minus alias bisa terjadi kemunduran sekitar sebulan sampai dua bulan dari batas penyelesaian yang direncanakan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan