Yayasan Bambu Indonesia, Kelola Bambu Jadi Bahan Ekonomis dan Mimpi Bangun Istana Presiden

0 31

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com Upaya pelestarian alam, kebersihan lingkungan hingga menunda terjadinya perubahan iklim yang belakangan semakin familiar memang sudah di lakukan sejak lama meski tak setiap masyarakat tertarik melakukannya.

Namun, bagi Jatnika Nanggamiharja melestarikan dan menjaga lingkungan seakan merupakan sebuah kewajiban yang harus di jalani. Abah, sapaan akrabnya adalah seorang aktivis lingkungan yang fokus terhadap pengelolaan, pemeliharaan dan perlindungan bambu khas nusantara di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ditemui Kamis (07/11/19) disela-sela kesibukannya Abah masih ingat betul bagimana dia mendirikan Yayasan Bambu Indonesia pada tahun 1994 karena ia ingin memiliki wadah dan gagasan untuk pelestarian, pembibitan, pelatihan dan pendidikan bagi siapapun yang tertarik ingin belajar soal bambu maupun hal lainnya yang berkaitan dengan bambu.

Abah terinspirasi dari budaya khas sunda yang menurutnya para leluhur terdahulu sudah menciptakan berbagai jenis buatan maupun alat dari bambu. Di yayasan tersebut jelas betul terlihat bagaimana bambu membawa segudang manfaat bagi kehidupan, setiap bangunan di yayasan tersebut semuanya terbuat dari bambu mulai dari area parkir kendaraan, tempat tinggal, hingga musala.

Terlebih hampir bangunan yang ada disana merupakan hasil dari pelatihan dan praktik para pengrajin anak didik Abah. Baginya, Indonesia merupakan surganya bambu, bagaimana tidak, terdapat sekitar 156 jenis bambu yang tersebar di seluruh dunia ini dan sekitar 90 persen jenis endemiknya ada di Indonesia, terbanyak berada di Jawa Barat. “Bahasa inggrisnya bambu itu bamboo karena memang berasal dari bahasa Indonesia, yaitu bambu. Jadi tanaman bambu asli Indonesia,” tambah Abah.

Jenis bambu berbeda-beda begitu juga penggunaannya. Untuk membangun rumah, bambu besar jenis Gombong tepat digunakan sebagai pondasi bangunan, bambu jenis betung bagus untuk membangun tiang, dan untuk atap paling sesuai bambu apus yang ukurannya kecil, kata Adia, perhitungan ruangnya pun memiliki rumus sendiri ditentukan dari pilihan jenis atap.

Bambu termasuk kedalam jenis tanaman rerumputan dan dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki banyak gunung berapi. Rumah bambu dinilai lebih tahan terhadap gempa dan lebih memberikan banyak sirkulasi udara dari pada rumah pada umumnya, karena bambu menyimpan banyak air dan oksigen di dalamnya.

Di yayasannya sendiri terdapat berbagai jenis bambu yang dikelola dan ditumbuhkembangkan mulai dari jenis bambu hitam, bambu apus, bambu tali, bambu botol, hingga jenis bambu duri. Yayasan yang dipimpin oleh Jatnika juga membuka pelatihan khusus selama 3 hari 3 malam kepada masyarakat secara berkelompok yang mau dan tertarik menjadi pengrajin bambu, sudah dapat terjamin setelah selesai mampu membuat kerajinan, mebel hingga rumah bambu.

Pelatihan tersebut biasanya waktunya ditentukan sendiri oleh calon anak didik, keseluruhan kini yayasan tersebut sudah meluluskan 70 angkatan. “Saya ingin tempat ini menjadi tempatnya peneliti, seniman, budayawan dan pengrajin bersatu padu mengembangkan bambu,” katanya.

Bahkan, menurut pria kelahiran Cibadak tersebut memiliki mimpi dapat membangun Istana Presiden yang terbuat dari bambu sebagai identitas asli bangsa. Baginya, bila mau membersihkan, memperbaiki, menampung air serta memperbaiki udara dari polusi, tanamlah bambu. Yang terpenting adalah setelah memanfaatkannya jangan lupa untuk menanamkannya kembali.

“Serumpun Bambu Sejuta Makna,
Serumpun Bambu Sejuta Manfaat,
Serumpun Bambu Sejuta Karya,”

Hingga kini yayasannya tersebut telah melahirkan lebih dari 1200 orang pengrajin, didominasi oleh pengrajin pendukung, seperti pengrajin bilik, pengrajin atap, sampai juru tebang.

Tinggalkan Balasan