Ribuan Murid Boash Pecahkan Rekor Mainkan Suling Sunda Lestarikan Budaya Tradisional

0 159

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemecahan rekor kategori Alat Musik Tradisional bertajuk Teknik Dasar Memainkan Alat Musik Tradisonal 1000 Suling Sunda dariOriginal Rekor Indonesia (ORI) kepada siswa/i SD, SMP, SMA dan SMK Taruna Terpadu 1 Bogor atau yang biasa di kenal dengan Borcess Ashokal Hajar (Boash) di Boasch Sport Centre, Rabu (6/11/2019).

Event tersebut turut dihadiri oleh Guruh Susanto selaku pimpinan ORI yang berpusat di Kota Bandung tersebut. ORI merupakan lembaga rekor yang sama dengan MURI hanya berbeda dari Yayasan dan Manajemennya.
Penggunaan alat musik Suling oleh ribuan pelajar tersebut menjadi yang pertama dalam pemecahan rekor di Indonesia. Sebelumnya para pemecah rekor lainnya dalam kategori alat musik tradisional hanya baru terdaftar memainkan Angklung, Karinding dan Kendang saja.

ORI datang ke Boash guna menilai sekolah dan siswa/i nya dalam mengangkat seni musik tradisonal sunda berupa Suling yang dimainkan oleh siswa/i Boash dengan jumlah pemain terbanyak di Indonesia. Tercatat sebanyak 1.537 siswa/i memainkan suling dengan teknik dasar secara bersamaan. Melampaui data yang diajukan pihak Boash sebanyak 1.000 peserta.

Para siswa/i Boash mulai dari tingkat SD hingga SMK masing-masing telah memegang Suling. Suling tersebut ditiup secara bersamaan oleh semua peserta sebanyak 5 kali sesuai not nada yang berbeda. “Rekor untuk kategori alat musik tradisional ini pertama kali di Indonesia untuk alat musik Suling, terlebih oleh para pelajar. Sebelumnya sudah ada Angklung, Karinding dan Kendang,” kata Guruh.

Tercatat sebanyak 1.537 siswa/i memainkan suling dengan teknik dasar secara bersamaan. Mikail/heibogor.com

Kepala Sekolah SMA Boash, Avianto Musyani menjelaskan, event ini merupakan orientasi dari Boash sendiri bagi siswa/i-nya terutama dalam mata pelajaran seni, budaya dan keterampilan. Boash memang sudah menginisiasikan event ini sejak Juli lalu saat berjalannya KBM, Boash tengah menerjemahkan Kurikulim 2013 (Kurtilas) berbasis orientasi. Tidak hanya mengajar saja tetapi semua mata pelajaran memiliki orientasi salah satunya adalah SBK, bagaimana potensi-potensi seni siswa/i bisa dikembangkan.

Bicara seni adalah bicara soal panggung menurutnya, bagaimana mereka para siswa/i-nya memiliki panggung sampai ke tingkat dunia. Karena menurutnya banyak peluang untuk manggung untuk seni budaya Indonesia ke kancah internasional sangat memungkinkan.

Pengaplikasian teknik dasar suling sendiri dipilih berdasar keputusan bersama para guru SBK dan mereka menilai tingkat kesulitan memainkan Suling lebih dari memainkan Angklung yang juga dirasa sudah cukup mainstream. Ke depannya setelah event ini Boash akan terus mengembangkan potensi-potensi siswa/i-nya terlebih merupakan ekspetasi dari Ketua Yayasan Boash.

“Kami akan terus mengembangkan potensi-potensi yang ada apalagi ini merupakan ekspetasi dari ketua yayasan, ke depannya kita berniat membuka sanggar kesenian untuk kesenian tradisional Indonesia,” tambah Avianto. Sebagai peresmian pemecahan rekor, ORI memberikan penghargaan berupa serfikat resmi kepada para Guru, Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan Boash.

Tak ketinggalan ORI juga turut serta memberikan cinderamata berupa pin emas kepada pada siswa/i yang mampu menjawab berbagai pertanyaan sebagai kenangan dan apresiasi.
Penampilan musik juga ditampilkan dan para siswa/i ikut bernyanyi dan menari bersama sebagai penutup event tersebut.

(Mikail)

Tinggalkan Balasan