Forum PRB Siap dan Kompak Hadapi Bencana Alam

0 105

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Sebanyak 48 organisasi kebencanaan mengikuti apel kesiapsiagaan bencana sekaligus melakukan deklarasi forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tingkat Kota Bogor di lapangan Cilibende, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (2/11/19).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang menjadi pembina upacara mengatakan, kegiatan ini menjadi penting, mengingat beberapa minggu ini Kota Bogor hampir setiap hari turun hujan dengan intensitas yang tinggi. Data dari BPBD Kota Bogor, laporan pengaduan masyarakat yang terdampak semakin meningkat, mulai dari pohon tumbang, longsor, tanah amblas dan banjir lintasan.

“Hal ini, perlu menjadi perhatian dan konsentrasi kita. Saya berharap kepada peserta apel kesiapsiagan ini menjadi agen-agen kebencanaan, di mana ilmu dan keterampilan yang sudah dimiliki dapat ditularkan kepada yang lain, minimal kepada keluarga kita sendiri, sehingga terbentuk secara bertahap masyarakat yang siap dan tangguh dalam menghadapi bencana,” kata Dedie.

Dedie juga mengapresiasi telah terbentuk dan dideklarasikannya forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Selain memang telah di amanatkan dalam Undang – undang, forum ini juga sebagai bentuk kepedulian, kekompakan dan karya nyata dari elemen Bogor, yang mengsinergikan peran dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Pemerintah Kota Bogor, melalui BPBD Kota Bogor secara bertahap dan berkesinambungan melakukan peningkatan kapasitas kepada warga masyarakat dalam bentuk Kelurahan Tangguh Bencana dan Satuan Pendididkan Aman Bencana.

“Saya berharap forum Kelurahan Tangguh Bencana menjadi salah satu komponen utama dalam melakukan mitigasi. Saya merasa optimis dan yakin Kota Bogor siap dan kompak dalam menghadapi kebencanaan,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih menambahkan, kenapa dibentuk forum PRB? salah satunya untuk mitigasi kesiapsiagaan dalam pencegahan bencana. Karena hampir seluruh wilayah di Kota Bogor memiliki titik rawan.

“Untuk pemetaan daerah rawan bencana kita sudah memiliki 16 kelurahan tangguh bencana dimana masyarakat memiliki Early Warning System (EWS) terkait informasi kebencanaan dan alat tersebut sudah dibuat oleh masyarakat,” terangnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengurangi risiko atau difokuskan pada mitigasi dan pencegahannya. Mitigasi ini ada dua, struktural dan non struktural. Kalau struktural terkait pencegahan agar tidak timbul bencana dan ini sifatnya pembangunan fisik. Kalau non struktural ada sosialisasi, edukasi dan simulasi. Penyandang disabilitas masuk dalam mitigasi non struktural.

“Jadi, kegiatan ini menjadi ajang dalam mengukur kesiapsiagaan. Dilihat dari aspek prasarana pendukung yang menjadi komponen utama dalam penanganan kebencanaan. Kalau respon kami semua pasti terlibat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan