Tuminah “Ayu Jamu” Konsisten Jualan Jamu Gendong Puluhan Tahun di Depan KRB Meski Digerus Zaman

0 105

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Adalah Tuminah (65) seorang penjual jamu gendong tradisional yang telah 42 tahun berjualan di Kebun Raya Bogor. Wanita asli Solo ini menuturkan, telah berjualan jamu di Kebun Raya Bogor sejak tahun 1977.

Ia menceritakan, awal mula mengenal jamu tradisional ini dari sang kakak yang mengajarinya. Saat itu, kakaknya berjualan dari kantor ke kantor sehingga memiliki banyak kenalan. Dari salah seorang kenalannya itulah dirinya diberi izin berjualan di dalam Kebun Raya Bogor.

“Dulu Kebun Raya ini masih sepi belum ada pengunjung. Jadi saya jualan untuk orang kantornya aja. Dan yang dikasi izin jualan di sini cuma saya aja sendiri sampai sekarang,” ucap ibu tiga anak ini saat ditemui di Kebun Raya Bogor, Jumat (11/10/19).

Wanita yang dikenal dengan panggilan Ayu Jamu ini mengatakan, mulai berjualan dari jam 06.00 pagi hingga jam 10.00 WIB. Jamu tradisional yang di jualnya yaitu Beras Kencur, Kunyit Asam, Temu Lawak, Kunyit Tawar, Anggur, Samiloto, Pacitan dan Jahe.

“Yang paling sering dipesan itu Beras Kencur dan Kunyit Asam. Rata-rata wanita yang minum itu. Harganya Rp 5 ribu per gelas. Kalau pakai telur Rp 10 ribu. Kalau zaman dulu 500 perak sudah pakai telur,” ujarnya.

Ia meneruskan, meski jamu yang ia jual tidak selalu habis karena kalah saing dengan minuman modern, minuman untuk kesehatan ini sudah banyak yang mencobanya. Baik itu pengunjung remaja, orang tua, turis asing, hingga pejabat daerah. Salah satunya wali Kota Bogor.

Bahkan, Ayu mengaku fotonya ada di Jerman dan Jepang. Foto itu, adalah kenang-kenangan turis asing dari Jerman dan Jepang yang membeli jamunya beberapa tahun lalu.

“Penghasilan paling kecil Rp 50 ribu. Kalau rame bisa sampe Rp 100 ribu. Kalau anak sih udah nyuruh berhenti jualan aja karena udah tua. Karena saya masih sanggup makanya saya tetap jualan. Harapan saya sih pengen maju dapat uang banyak supaya bisa naik haji,” harap Ayu yang mengaku pernah bersalaman dengan Presiden Jokowi sebanyak tiga kali.

Tinggalkan Balasan