Sejoli Bakal Putus Usai Lewat Jembatan Cinta di Kebun Raya Bogor, Fakta atau Mitos?

0 330

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Belum ada rencana menghabiskan libur akhir pekan saat ini? Tak ada salahnya melepas penat dengan mengunjungi Kebun Raya Bogor (KRB) atau yang dikenal oleh turis asing Bogor Botanical Garden. Yang menarik bagi pengunjung dari cerita tentang wilayah mistis KRB sudah menjadi legenda hingga saat ini. Apalagi jika menyebut Jembatan Merah atau yang sering disebut Jembatan Cinta di kawasan nan asri tersebut.

Jembatan dengan lebar sedang itu tergantung dengan kokoh melintas Sungai Cisadane Ciliwung yang membelah Kebun Raya Bogor. Jika ingin melintas, pengunjung terlebih dahulu melewati sejumlah taman, salah satu yang terkenal adalah Taman Meksiko. Pemandangannya pun cukup indah lantaran melewati sejumlah pohon tinggi besar dengan akar-akar yang menjuntai.

Berlindung dari terik matahari, sepertinya cocok di sepanjang jalan menuju Jembatan Cinta. Dilihat sekilas, memang mirip The Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Tidak heran jika ada yang menyebutkan, Jembatan Cinta sebagai miniatur jembatan kebanggaan warga Amerika tersebut.

Saat mendekat, warna merah yang menyala seolah memberikan kesan indah pada jembatan dengan tipe jembatan gantung tersebut. Tanpa pilar di tengah, jembatan itu menggunakan besi dan baja yang membentang sebagai penyangga utama yang ditancapkan di gapura besi dua sisi sungai. Melihat keelokan jembatan itu, siapa yang tidak ingin melintas bahkan mengabadikannya?

Sejumlah rumah produksi bahkan kerap kali menggunakan jembatan tersebut sebagai lokasi syuting. Tidak hanya itu, sejumlah video klip penyanyi tanah air juga memanfaatkan Jembatan Cinta untuk melakukan proses syuting. Keindahan warna dan lingkungannya juga menarik perhatian banyak pasangan untuk mengabadikan momen pre wedding mereka.

Namun di balik keindahan dan daya tarik Jembatan Cinta itu, terselip mitos yang disampaikan dari mulut ke mulut selama puluhan tahun. Entah siapa yang pertama kali menyebarkan cerita tentang pantangan bagi pasangan yang melintas di jembatan tersebut.

Informasi yang didapatkan dari mulut ke mulut, jika sepasang kekasih melintas di jembatan tersebut, maka hanya menunggu waktu saja hubungan tersebut akan kandas. Nada protes tersembul, sebab apa hubungannya jembatan dengan kandasnya hubungan sepasang kekasih. Secara akal logika memang tidak bisa diterima.

Mitos lainnya menyebutkan hal yang berseberangan. Karena pasangan kekasih yang melintas akan putus cinta tersebut justru akan tumbuh jika yang melintas bukanlah pasangan kekasih.Salah satu teman pernah bercerita bahwa setelah melintas Jembatan Merah. Dia mengaku, mendadak hubungannya mulai renggang hingga akhirnya putus di tengah jalan. Awalnya saya tidak percaya mitos Jembatan Merah tersebut. Mungkin hanya kebetulan saja, pikir saya saat itu.

Nah dengan teman selanjutnya, saya mencoba membuktikan mitos itu. Ternyata, dia mengaku hanya beberapa minggu setelah melintas Jembatan Merah di Kebun Raya Bogor, hubungannya pun putus, tapi kali ini tidak di tengah jalan. Melainkan melalui telepon. Ternyata, beberapa teman pernah mengalami kejadian serupa. Merasa senasib sepenanggungan, akhirnya kami berkisah tentang memori Jembatan Merah itu. Semuanya berakhir dengan kalimat putus.

Namun anehnya, menurut seorang teman yang baru beberapa waktu lalu menjelajah Kebun Raya Bogor, Jembatan Cinta tidak pernah sepi dilintasi sepasang kekasih. Mungkin pikiran mereka sama dengan saya dan teman-teman saya yang senasib waktu dahulu, tidak percaya dengan mitos tersebut. Ya, itu hak mereka juga dan tidak ada alasan saya untuk melarang pasangan kekasih melintas jembatan tersebut. Setidaknya mereka pun tidak akan percaya dengan apa yang saya katakan.

Di akhir perbincangan tentang Jembatan Cinta bersama teman-teman, muncul pertanyaan. Jika sepasang kekasih melintas jembatan tersebut kemudian berakhir putus, lantas bagaimana dengan pasangan suami istri? Akankah berakhir dengan perceraian?

Memang saya belum pernah mendengar cerita, bagaimana akhir dari pasangan suami istri yang pernah melintas di jembatan tersebut. Saya pun tidak ingin mencari tahu dan juga tidak perlu merasa tertantang untuk mencoba bersama melintas jembatan itu. Tapi, bagaimana dengan Anda? Berani mencoba? (rhm)

Tinggalkan Balasan