Kisah Maryani, Janda Lansia Memulung Sampah Tak Kenal Lelah Selama 26 Tahun Kini Bisa Naik Haji

0 368

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Niat dan doa Maryani untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah akhirnya terkabul. Janda 64 tahun ini, berhasil mengumpulkan tabungan selama 26 tahun dari hasil memulung yang menjadi profesi kesehariannya.

Ditemui di kediamannya di Kampung Pulo Geulis No 108 RT 02/04 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Yani panggilan akrabnya mengungkapkan, bahwa dirinya sudah lama memiliki keinginan dan niat untuk beribadah haji ke Makkah. Untuk mewujudkan niatnya itu, ia pun mulai menabung dengan menyisihkan uang dari hasil memulung.

“Saya mulai mengumpulkan uang sejak tahun 1993 sampai 2012. Alhamdulillah terkumpul Rp25 juta,” ucapnya, Kamis (11/7/19).

Ia menceritakan, setiap harinya ia memulung mulai dari jam 04.00 subuh sampai jam 04.30 pagi. Sampah yang diambil berupa kardus, botol dan gelas plastik kemasan. Selain sampah plastik, ia pun suka mengambil pasir di Sungai Ciliwung untuk dijual kepada warga sekitar yang sedang membangun. Pasir yang dikumpulkan bisa sebanyak 10 sampai dengan 20 karung. Barang-barang itu, dikumpulkan di belakang rumahnya untuk kemudian dijual.

“Pendapatan dari hasil mulung bermacam macam tergantung barang. Kalau kardus dijual Rp1000 sekilonya. Botol plastik Rp2500 per kilogram. Gelas minuman plastik Rp4 ribu per kilogram. Sedangkan pasir sekarungnya Rp10 ribu,” tutur ibu tujuh anak ini.

Meski usianya sudah lanjut, Yani mengaku senang dengan pekerjaan memulung dan mengambil pasir di sungai. Ia malah mengaku suka sakit badan jika tidak bekerja. Di samping itu, dulu, almarhum suaminya juga suka mengambil pasir di sungai. Karena itu, ia menikmati pekerjaan yang ia jalani meski itu adalah pekerjaan laki-laki.

“Dari Rp25 juta yang terkumpul, ternyata itu baru pendaftaran. Masih kurang Rp10 juta lagi. Akhirnya ya ngumpulin lagi. Kadang ada juga warga yang memberi sedekah. Dari situlah tabungan ini terkumpul,” ucapnya.

Yani mengaku tidak menemukan kendala dan masalah saat mendaftar menjadi calon peserta jemaah haji. Bahkan dari mulai membuat paspor, mengurus administrasi, melengkapi persyaratan hingga proses pendaftaran, semua ia lakukan sendiri.

“Walaupun semua saya urus sendiri, Alhamdulillah semua dilancarkan dan dimudahkan jalannya. Semoga saya diberi kesehatan dalam menunaikan ibadah haji, memenuhi rukun Islam yang kelima ini,” ungkap Yani.

Maryani dijadwalkan berangkat menuju asrama haji bersama rombongan calon haji lainnya asal Kota Bogor pada Kamis, 1 Agustus 2019 dan berangkat dari bandara Soekarno Hatta pada Jumat, 2 Agustus 2019 dalam kelompok terbang (Kloter) 80. Sedangkan jadwal kepulangan tanggal 12 September 2019.

Tinggalkan Balasan