Jujur dan Disiplin Antar Daniel Hutagalung Jabat General Manager The Alana Hotel and Convention Center Sentul City

0 394

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Jujur dan Disiplin. Dua prinsip itulah yang menjadi prinsip bagi Daniel Hutagalung. Ya, bagi pria yang kini menduduki jabatan sebagai General Manager The Alana Hotel and Convention Center Sentul City itu menegaskan selain keduanya diperlukan passion membuat seseorang menjalankan pekerjaannya dengan penuh semangat. Daniel sudah jatuh cinta dengan dunia hospitality sejak duduk di bangku kuliah.

Ia mengatakan, perjalanan kariernya di dunia perhotelan dimulai 20 tahun yang lalu saat lulus dari NHI Bandung. “Saya memang tertarik dengan dunia perhotelan,” kata dia saat ditemui heibogor.com di sela-sela kesibukannya, Senin (27/05/19) lalu. Setelah lulus, ia mencoba peruntungan di sebuah hotel bintang lima. Kerja kerasnya mengantarkan menjadi staf terbaik.

Kiprahnya di dunia perhotelan terus berlanjut sampai sekarang ia menjabat sebagai General Manager The Alana Hotel and Convention Center Sentul. Karirnya pun terus dirintisnya sejak menjadi Sales Manager Harris Hotel Batam pada 2002 hingga 2004 kemudian menjajal dunia lain menjabat sebagai Director of Sales and Marketing Mandiri Travel Consultant dari 2004 hingga 2006 di Jakarta. Sadar passionnya yang kuat di dunia hospitality, Daniel berhasil menjabat sebagai Asst. Director of Sales and Marketing Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center pada 2006 hingga 2008 lalu.

Tak hanya sampai di situ, Daniel rupanya yang menyukai tantangan memilih mengembangkan sayapnya untuk menjabat sebagai Executive Assistant Manager The Santosa Villas & Resort Lombok selama 2 tahun yakni 2008 hingga Mei 2010. Tak ayal, pria kelahiran Batak, 12 Juli 1975 itu karirnya terus meningkat di beberapa hotel ternama itu hingga pada beliau untuk pertama kalinya dipercaya menjadi General Manager meraih jabatan Corp General Manager Manna Hotel Management sejak Mei 2010 hingga Juli 2013 di Lombok.

Daniel rupanya memilih Bogor untuk kembali mengabdi di dunia perhotelan, udara yang sejuk dan nyaman menjadi alasan pria yang hobi otomotif dan terdaftar menjadi anggota komunitas BMW Chapter Jakarta ini menjadi pucuk pimpinan di Hotel Neo+ Green Savana Sentul City pada selang waktu Agustus 2013 hingga Desember 2017. Hingga saat ini, pria yang hobi kopi hitam itu masih menjabat General Manager The Alana Hotel & Conference Sentul City sejak November 2017 lalu hingga kini yang telah memberikannya pengalaman bahwa bekerja di dunia yang dicintainya pasti akan membuat pribadi akan bahagia dan menikmati tanpa beban yang berlebih.

Diakui pria yang memiliki darah Sunda ini, disiplin dan loyalitasnya kepada pekerjaan membuahkan hasil. Menjadi seorang General Manager sebuah hotel merupakan pekerjaan yang membanggakan, sekaligus tantangan tersendiri. Untuk menduduki jabatan GM, hal yang dilakukannya adalah kerja keras, berpikiran positif, dan ada kemauan untuk maju. Ketiga hal itulah yang menjadi kuncinya sukses seperti saat ini.

Kejujuran dan kedisiplinan kerja dengan dibarengi attitude yang baik selalu dia contohkan kepada timnya. Menurutnya hal ini sangat penting terutama untuk industri perhotelan yang penuh persaingan.
Makin menjanjikannya potensi pariwisata Indonesia terutama Bogor membuat pertumbuhan hotel makin menjamur.

Menurutnya perlu campur tangan pemerintah agar tidak terjadi over supply, namun dengan bekal kedisplinan dan kejujuran, dia yakin timnya bisa menjawab segala tantangan dan persaingan yang ada. Selain itu, Daniel mengaku dalam bekerja ia memegang prinsip disiplin waktu, mengikuti peraturan perusahaan dengan baik, meningkatkan kemampuan dengan prestasi dan fokus dalam bekerja.

“Saya sejak dulu menanamkan prinsip waktu itu sangat berharga, sehingga saya orangnya memang disiplin waktu. Saya tidak suka menunda-nunda,” singkatnya. Ditanya mengenai tantangannya saat ini menjabat sebagai seorang General Manager The Alana Hotel & Conference Center Sentul City, Daniel bilang, banyaknya pesaing-pesaing hotel baru menjadi tantangan terberatnya. Meski hotel yang kini dipimpinnya baru berusia 1 tahun lebih tapi mengedepankan inovasi dan memberikan sesuatu yang baru merupakan hal yang utama.

Ia pun memaparkan permasalahan yang sering dihadapinya saat ini. “Saya ingin semua tim saya itu the right person in the right place. Yang sering terjadi adalah the right place with the wrong person. Jangan langsung menyalahkan tempatnya. Bekerja itu di samping ibadah, juga belajar. Kadang merasa sudah bisa, tidak mau belajar. Belajar dengan siapa saja bisa. Ilmu itu tidak ternilai. Saya juga sering mengajak bahwa kamu bekerja di sini itu sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Menjadi bagian dari decision maker, bukan trouble maker,”paparnya.

Daniel pun membagikan inspirasinya. Di manapun kita bekerja buat suasana kerja yang seenak mungkin, tapi tidak seenaknya. Berikan kenyamanan buat perusahaan dan sebaliknya. Suasana kerja pasti akan nyaman. Akan muncul keharmonisan. Produktivitas kerja kita akan meningkat. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawab bahwa keluarganya bisa happy. “Orang mendukung saya bekerja. Saya bisa sukses bukan karena saya, tapi karena tim. Happy employee harus. Karyawan aset, yang bagus saya kasih rewards, yang salah dikasih teguran,” tukasnya.

Baginya, memimpin itu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dijaga. Selain harus pintar menjaga suasana hati, tapi juga harus pandai menjaga hubungan. “Dalam dunia hospitality, ada hubungan yang saya terus jaga, yaitu kolaborasi hubungan dengan investor, operator, karyawan, dan customer,” papar pria penyuka warna abu-abu itu.

Potensial

Ia melihat bisnis hotel ini terus bertumbuh di Bogor karena potensi yang besar. Bogor didukung dengan dunia pariwisata yang berkembang sehingga mampu mendatangkan banyak wisatawan.
The Alana Hotel and Convention Center Sentul City sendiri menempatkan diri sebagai hotel Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sehingga tidak menjadi pesaing bagi hotel lain. Ia memiliki tujuan yang dicanangkan yakni untuk membuat The Alana Hotel and Convention Center Sentul City menjadi tujuan MICE sehingga bisa bersaing kota lain.

Bogor ini unik karena memiliki fasilitas MICE yang lengkap dan didukung kemajuan pariwisata. Namun, pembenahan selalu dilakukan dengan belajar dari kota lain sehingga kepuasan para tamu selalu terjamin. “Dukungan pemerintah daerah sudah bagus. Kami juga ikut mempromosikan Bogor,” kata dia. Dikatakan olehnya untuk area Sentul dan Bogor, jaringan hotel Archipelago International selalu ramai pengunjung. Kawasan Sentul dan Bogor pun masih menjadi tujuan utama MICE dan berlibur.

The Alana Hotel & Conference Center Sentul City menonjolkan pesona budaya dan desain tradisional Jawa, memiliki 271 kamar yang di desain khusus yang terbagi ke dalam 3 tipe yaitu; Deluxe dan Suite dan President Suite. Dalam bahasa Hawaii, Alana berarti “cantik, indah, atau persembahan”, karena itulah brand ini dikonseptualisasikan untuk menawarkan hotel bintang 4 yang canggih namun ramah dengan gaya dan tingkat pelayanan yang belum pernah ada sebelumnya. (rhm)

Tinggalkan Balasan