Siti Nurmaulina Angin Segar Gerindra Wakil DPRD Dapil 1 Bogor Timur-Tengah

0 272

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Bertambahnya jumlah perwakilan perempuan dari Partai Gerindra yang duduk di kursi DPRD Kota Bogor membawa angin segar bagi DPC Gerindra Kota Bogor. Hal itu, dikatakan Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian usai rapat pleno rekapitulasi pemilu 2019 tingkat kota yang dilaksanakan di Bumi Katulampa Bogor pada Minggu (5/5/19).

Dikatakan Sopian, munculnya nama Siti Nurmaulina yang terpilih menjadi anggota DPRD dari Dapil 1 Bogor Timur-Tengah, membawa angin segar bagi DPC Gerindra Kota Bogor yang sebelumnya hanya memiliki 1 anggota DPRD perempuan, yaitu Ade Askia dari Dapil 3 Bogor Selatan. Namun, kini Gerindra memiliki 2 anggota DPRD perempuan.

Sopian mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat pleno KPU tingkat kota, Partai Gerindra meraih 8 kursi di DPRD Kota Bogor. Perolehan kursi tersebut yakni 2 kursi di Dapil 1 Bogor Timur-Tengah oleh Zenal Mutaqin dan Siti Nurmaulina, kemudian 2 kursi di Dapil 2 Bogor Utara oleh Sopian dan Azis Muslim, lalu di Dapil 3 Bogor Selatan 2 kursi oleh Ade Askia dan Mohan. Pada Dapil 4 Bogor Barat hanya 1 kursi di isi oleh Mahpudi Ismail dan di Dapil 5 Tanah Sareal juga 1 kursi oleh Zaenal Abidin.

“Sudah dipastikan Gerindra meraih 8 kursi di DPRD Kota Bogor. Untuk kader perempuan ada dua yaitu Ade Askia dari Dapil Bogor Selatan dan Siti Nurmaulina dari Dapil Timur dan Tengah. Saya mengapresiasi dan berterima kasih karena kursi perempuan untuk DPRD Kota Bogor bertambah dengan masuknya Siti Nurmaulina, Caleg nomor urut 9 Dapil 1 Bogor Timur-Tengah,” ucap Sopian.

Dengan didudukinya 2 kursi DPRD dari kaum perempuan, lanjutnya, Gerindra sudah memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan. “Semoga lebih berkembang dan memajukan Gerindra di Kota Bogor. Karena ini mewakili suara perempuan di Kota Bogor dan suara Gerindra,” ucapnya.

Ia menambahkan, Gerindra di Kota Bogor menargetkan 15 kursi DPRD atau 30 persen. Namun akhirnya hanya mendapatkan 8 kursi atau sekitar 15 persen. Sopian menilai tidak tercapainya target kursi itu, dikarenakan fenomena perkotaan yang tidak sama antara kemenangan Prabowo di Pilpres dengan kemenangan kursi DPRD Kota Bogor.

“Perolehan 8 kursi ini, tentunya menambah pengalaman kita ke depannya untuk meningkatkan kembali serta mempertahankannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan