“Surat Suara Banyak Jadi Kebingungan, Belum Ngelipatnya Repot”

Pemilu 2019

0 148

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Dibalik hingar bingar pesta demokrasi terselip cerita dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 serentak yang menjadi sejarah baru di Indonesia, Rabu (17/4/19), ternyata menimbulkan sejumlah catatan penting yang ke depannya harus dievaluasi.

Catatan utama adalah soal banyaknya jumlah kertas suara yang diterima para pemilih, yang otomatis membuat mereka pun harus “bekerja ekstra” untuk sekadar menyalurkan hak suaranya. Sebab, di Pemilu kali ini warga menerima lima lembar surat suara berbeda sama seperti di bagian wilayah Indonesia lainnya. Kecuali untuk di Jakarta sendiri hanya empat surat suara saja.

Warga yang harus memilih pasangan capres-cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten itu akhirnya banyak menghabiskan waktu hingga bermenit lamanya di dalam bilik suara, terlebih para orangtua dan lansia. Begitu selesai, ekspresi kebingungan pun tampak di raut wajah mereka.

Tidak tahu, tidak kenal, tidak mengerti menjadi kata-kata yang banyak disebutkan para pemilih usai memberikan hak suaranya. Seluruh ucapan tersebut tidak lain adalah terhadap kertas suara para caleg yang jumlahnya sebanyak empat lembar. Belum lagi soal besarnya ukuran kertas suara sampai kerepotan mereka untuk kembali melipatnya sebelum dimasukkan ke masing-masing kotak suara yang ada.

Tidak cukup sampai di situ, persoalan lainnya yang juga muncul pada proses Pemilu kali ini adalah kerap terjadinya kesalahan memasukkan kertas suara yang bukan pada kotak suara semestinya. Karena seperti diketahui bahwa surat suara berwarna abu-abu untuk pemilihan presiden-wakil presiden, surat suara berwarna merah DPD RI, surat suara warna kuning DPR RI, surat suara biru DPRD Provinsi dan suara berwarna hijau untuk DPRD Kota/Kabupaten.

“Duka ah emak mah lieur da teu ngarti, loba kitu geuning surat (suara) na oge. Nu apal weh nu dicoblosna (calon) presiden jeung wakilna, nu sejen mah sabodo teuing (tidak tahu emak pusing tidak mengerti, banyak begitu surat suaranya juga. Yang hafal saja dicoblosnya calon presiden dengan wakilnya, yang lain biarin saja),” keluh Yayah yang mengaku telah berusia 74 tahun warga Sindangrasa, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan