Destinasi Swasta Wisata Budaya dan Sejarah Sebagai Solusi Situs Sumur 7 Batutulis

0 462

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kejadian situs Sumur 7 di Kota Bogor yang membuat kita terhenyak betapa rigid nya sebuah cagar budaya ditetapkan sejak 2017 oleh Pemkot Bogor membuat kita harus bergerak cepat, taktis dan mencari win win solution dari keadaan ini.

Sangat dipahami reaksi keras bagi pemangku kepentingan adat istiadat dan sejarah budaya Sunda yang bereaksi atas kejadian dibuldozernya sebuah kawasan yang meskipun sejatinya milik perorangan dan teramat dekat dengan situs sejarah lain seperti makam Mbah Dalem, Bunker Mandiri, dan Batutulis. Hal ini, harus segera diambil langkah-langkah penyelematan yang mampu memenuhi kepentingan semua pihak.

Pariwisata adalah sebuah solusi dari permasalahan ini, setidaknya kita mulai dari pihak pemangku kepentingan budaya dan sejarah Sunda agar nilai-nilai Sumur 7 yang amat agung dan peduli akan keselarasan dengan alam tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Kesadaran pentingnya menjaga air bersih, menghemat air, dan bijak dalam memanfaatkan sumber alam serta mampu menggunakan ekosistem yang ada untuk kesejahteraan semua, dengan sebagai contohnya bagaimana leluhur kita terbiasa memanfaatkan ikan sebagai pemakan jentik untuk telaga mandinya seperti yang ada di Pemandian 7 Sumur Cibulan Cirebon dan 7 Sumur Beji Depok. Konsepsi 7 Sumur yang amat detail akan harapan manusia akan kejayaan, keselamatan, pengabulan, kemuliaan, cita-cita, perencanaan dan kemudahan, semua itu adalah konsepsi harapan manusia pada sang Pencipta air agar terus lestari dalam kehidupannya di dunia ini.

Sebagai pemilik lahan swasta, ini akan menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang luar biasa menarik dan representatif dalam menikmati landscape Kota Bogor yang saya rasakan saat mengunjungi lokasi dengan pemandangan Gunung Salak dan Tebing Pakuan yang dulu konon katanya kawasan Batutulis adalah kawasan pusat kerajaan Pajajaran berbagai fasilitas wisata seperti penginapan, jasa boga khas Bogor, Instagramable spot area dan museum kerajaan Pajajaran kekinian yang makin mampu menarik pundi-pundi uang akan investasi yang sudah dibuatnya.

Pemkot Bogor tentunya akan menambah subyek PAD nya uang jelas sangat bergantung pada pariwisata. Ini pekerjaan bersama bukan hanya Pemkot Bogor tapi juga budayawan, sejarawan, pelaku seni, pelaku usaha hospitality dan pihak pemilik lahan harus mampu bekerjasama sinergi membangun ini. Kota Bogor akan indah dengan adanya destinasi wisata baru milik swasta ini bagaimanapun akses masyarakat terhadap situs akan tetap ada, saling menguntungkan dan saling menghargai, indahnya persatuan bukan?

Dibuat oleh
Tri Riki Meinal S.Sos MM.Par (Pemerhati Pariwisata Kota Bogor, Sie advokasi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor)

Tinggalkan Balasan