Persit Gandeng Goethe Institute Ajak Pelajar Nobar Film Sains Indonesia

0 486

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Persatuan Istri Prajurit (Persit) Koorcab Rem 061 PD III/Siliwangi bekerjasama dengan Goethe Institute mengajak pelajar se wilayah Kota Bogor, nonton bersama (nobar) Film Sains Indonesia di Aula Balai Suryakancana Jalan Merdeka No.64 Kota Bogor, Kamis (8/11/18).

Kegiatan ini, dihadiri oleh Kasrem 061/SK Letkol Kav Eko Saptono, Kasi Pers Korem 061/Sk Letkol Caj Arifin Sitanggang, Ketua Persit Koorcab Rem 061 Ririx Hasan, Tim Science Film Festival (SFF) dari Goethe Institut Germany serta pelajar se-wilayah Kota Bogor.

Dalam sambutannya Ketua Persit Koorcab Rem 061, Ririx Hasan menyampaikan, kegiatan SFF tahun ini, dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober – 13 November 2018 di 42 kota di Indonesia. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Persit KCK Koorcab Rem 061 PD III Siliwangi dan Siswa/i SD, SMP, SMA di wilayah Bogor yang menjadi salah satu bagian dari tempat pemutaran film SFF 2018.

Ririx Hasan menjelaskan, SFF merupakan program tahunan pusat kebudayaan German yang bekerja sama dengan Goethe Institute. Kegiatan ini, sudah dilaksanakan sejak tahun 2005. SFF sendiri dikenalkan dan dilaksanakan di Indonesia mulai tahun 2013.

SFF mempunyai tujuan untuk mengenalkan ilmu pengetahuan sederhana kepada anak usia 9-16 tahun, sebagai salah satu cara untuk menyiapkan anak-anak sebagai generasi penerus yang lebih peduli akan perkembangan ilmu dan teknologi.

“Tema yang diangkat kali ini, “Revolusi Pangan Menghadapi Tantangan Tahun 2050”. Film pendek ini, berdurasi 10-15 menit yang berasal dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Jerman dan Malaysia. Dengan mengusung topik Revolusi Makanan, SFF membahas beberapa isu terkait persedian makanan di masa depan, dan bahan makanan manusia di masa depan jika persedian sumber daya bumi sudah menipis,” terangnya.

Ia menambahkan, berbeda dengan festival film lainnya, SFF hadir untuk mengenalkan sains dan teknologi melalui film. “SFF justru memproduksi film-film bertopik ilmiah dan tekonogi yang dikemas secara menarik untuk anak-anak. Jadi, di sini anak-anak bisa menonton film sambil belajar,” ungkapnya.

(Andi)

Comments
Loading...