Aparatur Wilayah Harus Maksimalkan Pokjanal Posyandu

0 390

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, persoalan kita kebanyakan hanya berpikir diujung bukan di awal. Padahal semua bermula dan ditentukan dari awal. Berbagai macam persoalan itu ditentukan bagaimana membangun sistem yang integratif diawal.

“Tidak bisa semua itu selesai dengan lomba-lomba. Tidak bisa Posyandu itu didorong ketika memenuhi kriteria lomba, tidak bisa juga dinas-dinas baru bergerak ketika lomba saja,” kata Bima saat rapat Koordinasi Pokjanal Posyandu tingkat Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (06/11/18).

Bima menilai, Pokjanal adalah suatu sistem yang kalau dibangun maksimal bisa melakukan banyak hal. Misalnya saja untuk mencegah terjadinya bencana sosial, untuk memaksimalkan bonus demografi yang ada dan sistem kesehatan yang ada. Namun hal ini perlu komitmen yang kuat dari semua.

“Makanya sebelumnya saya tantang dan pancing lewat target bahwa strata posyandu mandiri harus naik. Sekarang ini baru 35 persen. Pertanyaannya, apakah semua paham tentang strata posyandu ini dan bagaimana target ke depannya serta bagaimana mengupayakan dana sehat,” terangnya.

Menurutnya yang pertama aparatur di wilayah, seperti camat, Sekcam dan lurah betul-betul memaksimalkan organisasi Pokjanal Posyandu. Lakukan pendataan dan pemetaan terhadap strata posyandu ini. Termasuk kendalanya apa, serta mobilisasi dana sehat bagaimana.

“Sebetulnya dana sehat ini sistemnya sudah ada dari iuran RT, RW karena dana yang disisipkan itu kan banyak. Kalau 35 persen bisa masa yang lain tidak bisa. Kendala dana sehat ini harus dipetakan untuk menuju strata yang lebih tinggi lagi. Mandiri yang di atasnya 50 persen tadi,” tuturnya.

Di sinilah peran camat dan lurah untuk membangun komunikasi antar tokoh masyarakat. Sehingga tercapai komitmen dan kesepakatan bagaimana iuran dana sehat ini.

Pondasi yang paling penting dalam memobilisasi dana sehat harus ada kesepakatan di antara tokoh masyarakat.

Demikian pula dengan dana di Posyandu. Menurutnya Posyandu harus bisa melaksanakan penganggaran, memaksimalkan, merumuskan masalah dan menyusun program kerja serta skala prioritasnya. Hal ini betul-betul harus dilakukan agar posyandu itu menjadi garda terdepan untuk mendeteksi semua persoalan sosial.

“Ini erat kaitannya dengan dasawisma. Kalau dasawisma nya aktif posyandu bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Berikutnya adalah peran Corporate Social Responsibility (CSR), CSR ini jika diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang bukan saja pendek tetapi juga jangka panjang ini akan sangat baik. CSR ada skala tingkat kota ada juga tingkat wilayah.

“Kalau kita maksimalkan untuk pemberdayaan posyandu dan memaksimalkan Pokjanal ini baik. Tinggal diinventarisir saja. Koordinasikan hal ini dengan bagian perekonomian untuk melakukan pemetaan CSR-CSR ini,” katanya.

Posyandu seharusnya bukan hanya sekedar penimbangan, imunisasi dan kegiatan rutin. Tetapi betul-betul multifungsi, baik di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, perlindungan anak.

Pada intinya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin membangun sistem dari awal agar jika ada persoalan-persoalan dapat terdeteksi dengan sistem yang sudah dibangun.

Bima menyimpulkan beberapa poin yang menjadi catatan. Pertama, menginstruksikan untuk memaksimalkan pembentukan dana sehat di setiap RT, RW yang didorong oleh pimpinan wilayah. Kedua, perhatian untuk penguatan kelembagaan Pokjanal dan Pokja Posyandu. Ketiga, laporan secara rutin untuk peningkatan strata posyandu.

“Laporan berjenjang mulai dari Pokja di Kelurahan Pokjanal Kecamatan dan Pokjanal kota. Sehingga target 50 persen realistis tidaknya bisa terlihat,” terangnya.

Terakhir bagaimana mengemas sesuatu menjadi lebih mudah diingat dengar kata-kata yang lebih populer. “Mari kita cari satu jargon yang lebih simpel dan membooming,” ujarnya.

Rakor Pokjanal Posyandu tingkat Kota Bogor dihadiri Kepala DPMPPA Kota Bogor, Sekretaris Kecamatan se-Kota Bogor, Dinas Kesehatan, Pengurus TP PKK Kota dan instansi terkait lainnya. (ril/rhm)

Comments
Loading...