Laskar Kancil, Pejuang Cilik Jaga Lingkungan dan Tak Buang Sampah Sembarangan

0 197

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Sebanyak 100 anak gabungan dari Kelurahan Panaragan dan Paledang dikukuhkan menjadi Laskar Kancil. Laskar binaan warga RW 1 Kampung Kramat, Kelurahan Panaragan ini, dibentuk oleh Kelompok Masyarakat Pecinta Cipakancilan (KOMPAK) Kampung Kramat, dengan tujuan untuk menjadi pejuang-pejuang cilik pecinta lingkungan terutama dalam memerangi persoalan sampah yang menjadi permasalahan warga selama ini.

Ketua KOMPAK, Ade Sobaryadi menyampaikan, Laskar Kancil ini, adalah anak-anak tingkat sekolah dasar dari dua kelurahan. Mereka akan dibentuk karakternya supaya peduli terhadap lingkungan sejak dini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan khususnya disekitar bantaran Kali Cipakancilan dari sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Diharapkan dengan perilaku tersebut dapat menyadarkan masyarakat baik itu orang dewasa maupun orang tua untuk tidak membuang sampah ke kali. Diharapkan pula perilaku positif itu, dapat diikuti anak-anak lainnya baik di kampung sini maupun di kampung lainnya.

“Karena rata-rata warga di sini adalah karyawan, maka kegiatannya dilakukan di akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu. Kegiatannya kita beri nama gerakan Sinergi Sahabat Bogor Bersatu (SABTU) yang melibatkan enam RT, Laskar Kancil dan Komunitas KOMPAK. Selain kegiatan bebersih akan dilakukan juga penanaman bibit pohon disepanjang bantaran kali Cipakancilan,” jelas Ade saat ditemui di acara Cipakancilan Festival 2018 (launching Program Cipakancilan Hade) di Kampung Kramat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (28/10/18).

Ade menambahkan, selain ada Laskar Kancil, upaya lain yang dilakukan dalam upaya melestarikan lingkungan adalah memberdayakan kader ibu-ibu yang ada dalam komunitas untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah yang telah dipilah nantinya akan didaur ulang menjadi kerajinan tangan, dibuat pupuk kompos dan ada juga yang dijual ke penampung. Dua-duanya menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan warga.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir di Cipakancilan Festival 2018 ini, mengajak seluruh warga di Kota Bogor untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, terutama di sungai. Bima menegaskan, saat ini program naturalisasi Sungai Ciliwung resmi dicanangkan secara serius dan konsisten. Menurutnya, tidak ada kata terlambat, bersama semua pihak, unsur dan elemen untuk merealisasikan program naturalisasi sungai yang ada di Bogor.

“Ke depan, Kali Cipakancilan bisa menjadi Eco Wisata jika warga sama-sama menjaga sungai, tidak membuang sampah dan konsisten. Mudah-mudahan Festival Cipakancilan ini, bisa menular ke kampung-kampung lain,” ujarnya.

Turut hadir di awal acara penyanyi Oppie Andaresta yang mengajak Laskar Kancil untuk menjaga lingkungan dengan menyanyikan beberapa lagu, di antaranya, Ayo Tanam, Sampah, Orang Utan. “Tetap jaga lingkungan agar lingkungan aman dan nyaman. Tetap cintai bumimu tetap cintai lingkunganmu,” pesannya.

(Andi)

Comments
Loading...