Sedap Lezat Mi Ayam Acil Sang Icon Kesatuan, Pedasnya Bikin Ketagihan!

0 387

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kota Bogor yang lebih dikenal dengan Kota Hujan memang tak pernah ada habisnya memiliki cita rasa kuliner baik yang khas maupun kekinian. Sebagai Kota Jasa dan Wisata, Kota Bogor memiliki beragam kuliner yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu kuliner yang jadi favorit adalah Mi Ayam Acil di jalan Ranggagading Kesatuan persis di depan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan. Mi Ayam Acil ini mulai buka pukul 10:00 hingga 17.30 WIB dilihat dari luar hanya tampak gerobak dan tampilan sederhana ini namun tak pernah sepi pembeli bahkan selalu penuh.

“Saya sering ke sini kalo ingin mi ayam. Tidak sering sih tapi kalo pengin pasti ke sini. Kadang siang kadang sore seringnya siang soalnya kalo sore takut habis duluan,” ujar salah satu pelanggan, Dwi Rosalina kepada heibogor.com, Kamis (11/10/18).

Dwi mengatakan Mi Ayam Acil ini menjadi favorit karena cita rasa mi nya. Mi khas Mi Ayam Acil menurutnya memiliki tekstur yang kenyal dan beda dengan mi ayam pada umumnya.

Selain itu pangsit basah dan pangsit keringnya juga mantap jika disantap. Kuah yang gurih juga menambah satu mangkok mi ayam menjadi nikmat dirasakan. Daging ayam yang disajikan juga empuk dan terasa manis.

“Yang jelas minya. Enak banget lembut pokoknya. Kuahnya juga enak. Kalo ini beda enaknya, apalagi rasa pedasnya itu bikin ketagihan, juara deh, ” ujarnya.

Sementara itu pelanggan lainnya, Derry mengatakan jika harga Mi Ayam Acil cukup terjangkau. Tidak lebih dari Rp12 ribu penikmat mi ayam ini dapat merasakan mi ayam ini. “Murah lah. Terjangkau lah untuk kantong mahasiswa,” katanya.

Derry mengaku siang hari menjadi waktu favorit menyantap Mi Ayam Acil ini. Sehingga banyak penyantap harus sabar mengantre untuk dapat menikmati semangkok mi ayam ini. Sebab penikmat mie ayam ini bervariasi mulai dari kalangan pelajar hingga karyawan. “Mi ayam ini bisa dikatakan icon di STIE Kesatuan,” ujarnya.

Sementara, pemilik Mi Ayam Acil, Andi mengatakan dia telah berjualan sejak 2008 lalu. Dia bersyukur setiap harinya selalu ramai. “Biasanya mahasiswa memilih rasa kuah pedas karena pas disantap di siang hari,” imbuhnya.

Andi pun menjelaskan mengapa bernama Acil. Menurutnya, Acil singkatan dari Anak Kecil. Bukan tanpa alasan nama tersebut digunakan.

“Karena saya telah berjualan sejak umur 16 tahun dan saya ingin terjun ke dunia usaha meski kecil-kecilan dan modal seadanya alhamdulillah hasilnya lumayan,” tutup lelaki yang kini berusia 25 tahun itu tersenyum. (rhm)

Comments
Loading...