Jelajahi Dunia Komunikasi, Emilia Bassar: PR & Communication It’s My Passion!

0 470

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Lugas, tegas dan memiliki integritas tanpa batas. Hal itu terlihat dari sosok Dr. Emilia Bassar seorang praktisi Humas dan komunikasi yang sudah berkecimpung di dunia tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Bukan tanpa alasan bagi wanita yang akrab disapa Emil itu memutuskan bergelut dengan dunia yang kerapkali bersinggungan dengan beragam jenis sifat, karakter dan usia itu. Kepada heibogor.com, belum lama ini di Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) Villa Citra Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, ibu dua anak itu bersedia meluangkan waktunya di tengah kesibukannya mengurus pekerjaan rutinnya.

Wanita kelahiran Bandung, 27 Juni 1970 itu bercerita asal mula aktif ke dunia komunikasi yang kini telah membesarkan namanya berawal sejak duduk di bangku SMA. Emil remaja sudah tertarik dengan hal yang berbau hubungan masyarakat (Humas), ia bertekad bagaimanapun caranya ia harus bisa menjadi seorang yang sukses tentunya yang sesuai ‘passion’nya di dunia Humas dan berhubungan dengan komunikasi tersebut.
Usai lulus SMA, Emil kemudian mendaftar ke Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) untuk menempuh program strata satu (S1) namun hanya bertahan sampai dua semester. Jika ditanya mengapa hanya sebentar mengenyam pendidikan, Emil mengungkapkan alasannya karena dia sebagai pribadi yang aktif dia melihat jarak dengan aktivitas yang dijalaninya tidak seimbang.
“Seru. Ilmu komunikasi itu seru. Dari awal kuliah saya sudah ikut organisasi karena saya menyukai networking. Untuk itu saya kuliah hanya sampai 2 semester disamping itu saya memang merasa jarak kampus dengan kegiatan saya tidak memungkinkan. Bayangin aja kuliah di Lenteng Agung sedangkan kegiatan saya banyak di daerah pusat Jakarta bolak balik itu kan makan waktu dan tenaga akhirnya saya putuskan pindah di semester 3 melanjutkan ke Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di tahun 1990-1994 ambil jurusan Public Relations,” kata wanita penyuka warna merah itu.

Di tahun 1996-1999, setelah menyelesaikan studi S2 di Universitas Indonesia (UI) jurusan Manajemen Komunikasi, Emil sadar bahwa ilmu yang ia miliki haruslah tak putus bahkan semestinya berkembang. Emil kemudian menjadi Dosen di Universitas Mercu Buana (UMB). Dengan bekal jaringan organisasi dan kemampuannya, maka mulailah dia menjajaki sebagai praktisi komunikasi di tahun 2002 sebagai konsultan komunikasi independen.
Menapaki karir sebagai konsultan menjadi tantangan sendiri bagi wanita yang hobi baca buku itu, bukan tanpa alasan baginya, setiap pekerjaan selalu dirasakan bukan sebagai pekerjaan melainkan adalah tanggung jawab ilmu yang perlu diaplikasikan.

“Awal-awalnya memang agak berat karena mengatur jadwal dari beberapa klien itu lumayan menguras tenaga, mungkin karena saya belum tahu selanya dimana, seiring waktu ternyata ini seru, banyak pengalaman yang saya tak dapatkan di tempat lain atau bahkan orang lain yang belum tentu memiliki kesempatan yang saya jalani saat ini. Bersyukur saya menekuni bidang ini sesuai dengan panggilan hati saya. It’s my passion,” imbuh wanita yang hobi olahraga itu.

Di tahun 2008 – 2016, Emil berhasil menyelesaikan studi Doktoralnya mengambil program studi Kajian Media & Budaya di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ditanya mengapa dia harus mengejar studi hingga level tersebut, ia mengaku ingin memotivasi sekaligus menginspirasi anak-anaknya bahwa usia dan kondisi bukan alasan untuk tidak meraih ilmu yang bermanfaat. Apalagi, dia adalah tipe orang yang tidak ingin berdiam diri dengan apa yang sudah ada. Emil adalah pribadi yang selalu penasaran ada apa di luar sana, seperti apa dan harus bagaimana. Baginya, pendidikan sangat penting dan ilmu tidak akan pernah lekang oleh waktu, dan yang terpenting menunjang dengan karir pekerjaan yang kini dijalaninya.
Emil mempunyai pengalaman sebagai konsultan ahli atau praktisi di bidang komunikasi dan public relations selama lebih dari 20 tahun. Ia memiliki pengalaman kerja dengan berbagai institusi, di antaranya untuk lingkup nasional di Indonesia seperti; : MK RI, Bappenas, Kemdikbud RI, KKP RI, DNPI, PT. Sucofindo, PT. Telkom, PT. Jasa Marga; sedangkan untuk kancah Internasional seperti: FAO-UN, USAID, JICA, World Bank;, dan untuk Perusahaan di antaranya PT. TWBI, Petronas, dan LSM seperti BOS Foundation.
Sebagai seorang dosen/trainer/pembicara, Emil mencintai pekerjaannya dengan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada orang lain untuk memotivasi mereka dalam meraih potensi terbaik melalui komunikasi. Ia telah mempublikasikan beberapa artikel mengenai public relations, radio komunitas, komunikasi perubahan iklim, dan lain-lain, di websitenya www.cprocom.com, buku dan jurnal.
Untuk pengembangan diri, baik dari segi keilmuan dan keterampilan, Emil telah mengikuti berbagai workshop dan pelatihan, dan yang terbaru adalah: Climate Reality Leadership Corps di Manila pada Maret 2016, Asesor Profesi Kehumasan oleh BNSP dan Diploma IPB bulan Juli 2017, dan South East Asia Communication Strategy oleh Asia Climate Action Network-International di September 2017.

Emil mengakui dari banyaknya project yang ditanganinya adalah karena jaringan. Baginya, menjalin silahturahim dengan siapapun adalah wajib hukumnya karena dia mendapatkan pekerjaan tersebut banyak yang di luar ekspektasinya. Padahal, sambungnya, banyak saingannya baik dari segi umur maupun jam terbang. Tapi bagi Emil, dalam menjalankan pekerjaan yang diberikan kepadanya yakni harus mengedepankan totalitas dan mentalitas yang kuat, dan tentunya harus have fun karena bukan tak mungkin kalau pekerjaan yang digelutinya tersebut juga dipenuhi target kerja dan hasil yang maksimal.

“Iya betul, bisa dibilang 80 persen pekerjaan dapat dari networking. Ada yang sudah belasan tahun tidak ada kabar tiba-tiba hubungi saya karena dia tahu kalau saya corcern di bidang ini. Meski demikian, tidak saya pungkiri ada di luar sana yang lebih dari ilmu dan pengalaman yang saya punya. Tapi saya sih percaya kalau kita pertahankan kualitas maka dengan sendirinya rezeki itu akan datang dari arah mana pun,” ujarnya optimis.

Tak hanya sibuk di antaranya projectnya, wanita yang hobi jalan-jalan itu memiliki wadah bagi siapapun yang ingin belajar mengenai public relations, advertising dan communication. Ya, Emil adalah Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) yang berlokasi Villa Citra Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor itu wadah belajar, sharing dan mengaplikasikan ilmu dengan mengedepankan creative thinking karena materi disiapkan dengan metode self reflection exercise dimana situasi kelas harus aktif dan atensi peserta saling improve di kelas.
Emil melihat zaman sekarang pentingnya peran media digital bagi praktisi PR, yakni selain menambah jumlah media komunikasi yang perlu dikelola oleh praktisi PR, juga menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi praktisi PR. Kepercayaan dan reputasi lembaga berada pada titik yang makin rentan, sehingga praktisi PR harus bertransformasi dengan menambahkan keahlian dan kompetensi baru.

Tujuh tahun belakangan ini Emil tengah aktif di masalah perubahan iklim, perubahan yakni ingin menyampaikan pesan bahwa isu perubahan iklim yang kompleks bisa sampai pesannya kepada masyarakat. Kehadiran media digital saat ini dinilai sangat menguntungkan dan membantu peran PR. “Di antara tantangannya adalah bagaimana isu perubahan iklim yang kompleks dapat menjadi pesan yang sederhana dan mudah dipahami agar pesannya sampai,” katanya.
Selain itu, Emil juga mengingatkan, perlu dipikirkan media apa yang efisien dan tepat sasaran dengan kelompok masyarakat yang beragam dan kebutuhan berbeda, siapa yang bisa diajak kerjasama untuk kegiatan komunikasi perubahan iklim, dan bagaimana PR dapat menumbuhkan empati dan aksi perubahan iklim pada berbagai skala lokal, nasional, dan global.

Emil pun berbagi cara bagaimana jika ada yang ingin mengikuti jejak menjadi dirinya. Pertama, harus memiliki networking yang dibentuk dengan dari aktif di organisasi yang sesuai dengan karir dan profesi. Kedua, rajin membaca karena dengan banyak membaca segala pengetahuan bisa diketahui dan menambah ilmu. Ketiga, kreatif jangan mudah puas dan dan mudah bosan. Keempat, harus loyalitas tanpa batas dan memiliki jiwa leadership. Kelima, terapkan pola hidup sehat dengan rajin minum air putih dan berolahraga, dan tentunya harus tahan mental jangan mudah menyerah, jika gagal terus mencoba sampai semua tujuan yang diinginkan bisa diraih. “Big dream, make it happen!,” pungkasnya.

Data Pribadi
Alamat : Vila Citra Bantarjati Blok G3/23 Bogor 16152
Telepon seluler : +62816 190 4994
Alamat e-mail : [email protected]
Website : www.cprocom.com
Tempat & tanggal lahir: Bandung, 27 Juni 1970
Bahasa asing : Inggris
Status : Menikah

Pendidikan
1990 –1994 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Fakultas Ilmu Komunikasi, Jakarta
Sarjana/Strata1 (S.Sos.) Jurusan Public Relations
1996 – 1999 Universitas Indonesia (UI), Jakarta Magister/Strata 2 (M.Si.) Program Studi Manajemen Komunikasi
2008 – 2016 Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
Doktoral/Strata 3 (Dr.) Progam Studi Kajian Budaya dan Media

Sertifikat
7—11 Juli 2017 Asesor Profesi
Kehumasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
18 Maret 2017 Indonesia Accredited
Public Relations Perhimpunan Hubungan Masyarakat
Indonesia (Perhumas)
16 Maret 2016 Climate Reality Leadership Corps The Climate Reality Project
19 Desember 2012 Sertifikat Pendidik Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI)
30 April 2010 Jabatan Lektor Kementerian Pendidikan Nasional
Republik Indonesia (Kemendiknas RI)

Comments
Loading...