Sekolah Ibu akan Diterapkan se-Jabar, RK: Jabar Juara Lahir Batin!

0 503

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Ditemui saat menghadiri acara wisuda Sekolah Ibu di gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (06/10/18) kemarin, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, akan coba menerapkan program Sekolah Ibu di seluruh daerah yang ada di provinsi Jawa Barat di 2019 nanti.

Ridwan Kamil menuturkan, dalam keluarga ada tiga unsur yakni ada ibu/istri, ada bapak/suami, dan ada anak. Hubungan tiga unsur ini, tidak selalu mudah. Sekolah Ibu merupakan sebuah program yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan keluarga. Selain itu, pendirian Sekolah Ibu berangkat dari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, dimana angka kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan bebas. Kondisi itu, tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi sudah menjadi masalah sosial yang terjadi secara nasional.

“Saya menyambut baik inisiatif dari Kota Bogor dengan programnya yang bernama Sekolah Ibu. Ini adalah salah satu contoh yang baik. Hal yang baik itu, harus kita sebarkan. Maka itu, Sekolah Ibu akan kita coba terapkan ke seluruh daerah di Provinsi Jawa Barat yang tentunya disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah. Mudah-mudahan ini, akan menjadi standar kualitas ibu-ibu di seluruh Jawa Barat,” ungkap Emil panggilan akrabnya.

Emil meneruskan, tugas gubernur adalah berinovasi untuk membuat rakyat Jawa Barat menjadi lebih baik. Inovasi itu, bisa datang dari provinsi, bisa dari level kota maupun kabupaten.

“Karena itu, Provinsi Jawa Barat punya slogan “Jabar Juara Lahir Batin” artinya lima tahun ke depan kami tidak hanya akan mengurus soal jembatan, soal jalan ataupun taman, tapi kita akan urus pula urusan batin, urusan spiritualitas, urusan kegembiraan, dan kebahagiaan. Saya ingin lima tahun ke depan semua penduduk Jawa Barat harus menjadi penduduk paling bahagia di Republik Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Emil juga membacakan laporan nilai statistik kepada Wali Kota Bogor, yang mana disebutkan hasilnya, 90 persen raport Kota Bogor melampaui nilai provinsi Jawa Barat.

Indek pembangunan manusia, Jawa Barat (70,69), Kota Bogor (75,16). Indeks umur harapan hidup saat lahir, Jawa Barat (72,4), Kota Bogor (73,1). Indeks anak sekolah, Jawa Barat (8,14), Kota Bogor (10,29). Indeks Pembangunan gender Jawa Barat (89,1), Kota Bogor (90,90).

“Yang masih kurang yaitu Indeks pemberdayaan gender. Kalau di Jawa Barat itu (70,04) sedangkan di Kota Bogor cuma (67,3). Ini yang perlu di cermati,” ucapnya didampingi Bima Arya.

Comments
Loading...