PSA IPB Serukan Gerakan Indonesia dan Perguruan Tinggi Antikorupsi

0 1.105

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pusat Studi Agraria (PSA) IPB bersama Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTNBH) menggelar Talkshow Festival Akademia Antikorupsi (FAA) 2018 bertema “Peran Strategis dan Sinergi Multipihak dalam Mengarusutamakan Gerakan Indonesia Antikorupsi”.

Kegiatan yang dilangsungkan di gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Bogor, pada Sabtu (29/9/18) ini, menghadirkan narasumber; Ir. Agus Rahardjo (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI 2015-2019) selaku Keynote speech, Prof. Dr. Ir. Hariadi Kartodiharjo, MS (Dewan Guru Besar IPB), Dr. Sofyan A. Djalil (Menteri ATR/BPN RI), Christian P. P. Purba (Ketua Forest Watch Indonesia), Drs. Ahmad Hidayat (Anggota Dewan Komisioner Bidang Audit Internal – Manajemen Resiko dan Pengendalian Kualitas) serta Sandy Canester (Artis).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria menjelaskan, bidang pendidikan dan sumber daya alam merupakan bidang-bidang yang paling parah terpapar tindak pidana korupsi dengan pelaku utama pada umumnya adalah lulusan perguruan tinggi.

“Kelanjutan dari kegiatan hari ini, adalah tahun depan IPB akan memasukkan unsur pendidikan anti korupsi dalam kurikulum baru yang diberikan kepada mahasiswa tahun pertama tingkat semester 1 dan 2. Ini baru akan diterapkan tahun depan. Sekarang dalam proses penggodokan. Kurikukum yang baru ini, bertujuan untuk membangun dan memperkuat karakter mahasiswa IPB dari sejak awal mengenyam pendidikan,” terangnya saat ditemui usai acara.

Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, gerakan yang diinisiasi oleh IPB ini, sangat bagus. Bisa menjadi pelopor untuk mengubah tingkah laku mahasiswa yang dimulai dari lingkungan managemen di perguruan tinggi.

“Pengukuran korupsi itu, dari berbagai macam sektor. Pastinya KPK tidak bisa sendirian. KPK itu, hanya sebagai trigger yang mendorong semua komponen untuk bergerak dan berpartisipasi dalam upaya pemberantasan korupsi. Kurikulum anti korupsi yang akan diterapkan IPB nanti diharapkan bisa menjadi pelopor pembelajaran di perguruan tinggi dalam pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

(Andi)

Comments
Loading...