“Jumlah Angkot Lebih Banyak Dibanding Penumpangnya Sudah Macet Apalagi Ditambah Angkot Modern”

0 295

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Jika sebelumnya warga menyatakan penolakannya terhadap akan beroperasinya angkot modern yang baru diluncurkan akhir pekan kemarin, kini giliran pihak akademisi yang mengungkapkan hal senada.

Dosen mata kuliah Opini Publik Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Trifty Qurrota Aini yang ditemui di kampusnya, Jumat (14/9/18), menyebutkan alasan penolakannya. Sebab menurutnya, keberadaan angkot eksisting reguler yang ada saat ini pun telah menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Bogor.

“Masalahnya adalah jumlah angkot yang terlalu banyak dibandingkan kebutuhan yang seharusnya, sehingga tidak efiesien. Untuk apa menambah sesuatu yang tidak berdampak terlalu signifikan terhadap perkembangan atau kebaikan masyarakat,” ungkap Trifty.

Permasalahan Kota Bogor di bidang transportasi, jelasnya, adalah jumlah angkot yang lebih banyak dibanding jumlah warga penggunanya. Jadi, itulah yang menyebabkan kemacetan.

“Bahkan seringkali kita melihat saat kemacetan, angkot-angkot itu justru malah kosong. Ya, itu karena memang jumlah angkotnya yang terlalu banyak, warga belum siap sambut angkot modern,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari), sebuah badan usaha yang berbadan hukum meluncurkan angkot modern, Sabtu (8/9/18). Untuk tahap awal telah siap 25 unit angkot modern yang akan melayani Trans Pakuan Koridor (TPK) 4 dengan rute Ciawi-Ciparigi dengan fasilitas di antaranya pendingin ruangan (AC) dan televisi.

(Putri Aysha)

Comments
Loading...