Pendidikan Aktor di Parade Teater Kampus Bogor

0 727

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Bogor ke-532 Tahun Komunitas Teater Kampus Bogor mengadakan parade Teater Kampus di Gedung Kemuning Gading lantai II, Jalan Kapten Muslihat No. 23 Kelurahan Pebaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dalam rangkain pertunjukan teater dari 6 kampus di Kota Bogor juga terselip acara workshop keaktoran dengan pelatih Adri Prasetyo dari Teater Koma Jakarta. Adri sapaan akrabnya mengatakan.

”Basic seorang actor hanya 1 yaitu bagaimana mereka mengendalikan diri mereka,  bukan bagaimana bermain dengan baik. Tetapi bagaimana bermain control dengan baik,” ujarnya saat ditemui heibogor.com, Kamis (29/05/14).

Dia juga menyampaikan, untuk memainkan karakter manusia yang kompleks, yang diperlukan aktor itu pelukan. Bagaimana mereka mengendalikan diri mereka sendiri sebagai manusia karena, mereka harus meninggalkan ego, gengsi, dan menggali dulu potensi diri sendiri.

“Setelah itu mereka bisa mengenali, dan memahami karakter orang lain plus kehidupan yang diperankannya,” tambah Adri.

”Dalam pelatihan ini akan diajarkan pengenalan dasar, pengaktoran didalam panggung dan di sebuah film. Mereka akan diajarkan mengenai blocking di panggung dan kamera sampai mereka diajari pengaplikasian yang lebih jelas.”

Sementara itu dia juga menambahkan, bedanya acting dipertunjukan teater dan film adalah frame, dalam frame teater komposisinya bisa dikatakan longshot atau very long shot.

Kelebihan teater lainnya adalah penonton melihat kekayaan blocking, kalau di film blocking hanya lewat camera.

Jika pemain teater maju kedepan panggung, penonton akan seperti kamera yang zoom in (Melihat lebih  dekat) bisa middle close up atau close up ada hal penting yang ingin disampaikan oleh aktor kepada penonton.

“Dunia teater dulu aktor lebih atraktif dengan maju kedepan, karena gedung dan sound nya tidak secanggih sekarang,” jelas pria yang sudah 9 tahun menggeluti dunia teater.

Pria pendiri dan pembina Paguyuban Olah Seni di Depok ini menambahkan, pendidikan aktor tak hanya berguna bagi dunia teater maupun film, tetapi juga berguna sebagai pembentuk karakter.

Bagaimana generasi muda memiliki karakter yang tepat, karakter jahat diperlukan, sedangkan karakter baik harus dimiliki agar tetap seimbang.

”Karena jika orang tak punya karakter buruk dia akan selalu dianiaya, penokahan terhadap suatu keburukan itu adalah suatu sikap,” ucapnya.

Adri juga sempat berkata, generasi muda harus memiliki karakter yang tepat, semua bisa benar namun tidak tepat kalau tidak ditempatkan pada tempat yang bukan seharusnya.

”Kesenian telah menimbulkan sejarah, budaya dan agama di negeri ini itu yang bisa memperbesar bangsa ini. Janganlah kesenian dipasung dalam bingkai kepentingan politik dan agama. Biarkan anak muda berkreasi dan berkarya tanpa pakem dan aturan yang terlalu kaku.” Tutupnya. (Reza/RP)

Tinggalkan Balasan